Media Kampung – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memberikan klarifikasi mengenai latihan bersama atau latihan navigasi (passing exercise) yang dilakukan dengan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China di perairan sebelah timur Pulau Taiwan pada pertengahan Agustus 2026. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Muda Tunggul, menegaskan bahwa latihan tersebut bukanlah latihan perang (war fighting), melainkan bagian dari tradisi angkatan laut secara universal.
Passing exercise dilakukan oleh kapal perang yang sedang melintas wilayah negara lain sebagai bentuk tata krama dan diplomasi maritim. Latihan tersebut juga merupakan bentuk goodwill engagement yang mencerminkan naval brotherhood antarnegara, sekaligus mempererat hubungan kerja sama maritim.
Tunggul menjelaskan bahwa selama perjalanan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang dimulai dari Vladivostok, Rusia, hingga kembali ke tanah air, TNI AL akan melaksanakan passing exercise dengan beberapa negara yang dilalui. Hal ini sejalan dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, memberi kesempatan kerja sama dengan berbagai negara.
Latihan bersama ini menunjukkan komitmen TNI AL dalam menjaga hubungan baik dan stabilitas kawasan melalui diplomasi maritim, tanpa mengandung unsur konfrontasi atau ancaman militer.
Selain itu, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 81 pesawat dan helikopter dari gabungan TNI Angkatan Udara, Angkatan Darat, Angkatan Laut, Polri, dan Basarnas akan mengikuti atraksi udara di Istana Kepresidenan Jakarta. Hal ini menjadi bagian dari persiapan geladi kotor upacara detik-detik proklamasi yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
Demonstrasi udara tersebut merupakan simbol kekuatan dan sinergi antarinstansi dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Kegiatan ini dipantau langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, selaku Ketua Panitia Peringatan HUT ke-81 RI.















Tinggalkan Balasan