Media Kampung, Jakarta – Malaysia Aviation Group (MAG) mengambil langkah tegas dengan mewajibkan tes narkoba bagi seluruh 1.260 pilot Malaysia Airlines setelah seorang pilot ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta karena membawa narkotika. Penangkapan yang terjadi pada akhir Juli 2026 ini memicu kebijakan baru untuk memperketat pengawasan kesehatan dan keselamatan awak penerbangan maskapai tersebut.
Pilot berinisial MS, yang merupakan second officer atau kopilot, ditangkap saat tiba dari Kuala Lumpur dengan status tidak bertugas dan duduk di kursi pengamat kokpit. Petugas menemukan 26 kilogram ekstasi dalam 14 kantong plastik di dalam koper serta 4 gram sabu-sabu di tas tangan pilot tersebut. Tes urine menunjukkan MS positif mengonsumsi kokain, amfetamin, dan metamfetamin.
Otoritas Indonesia dan Malaysia kini tengah berkoordinasi untuk mengusut kemungkinan keterlibatan sindikat internasional dalam kasus ini. MS mengaku telah tiga kali menyelundupkan narkotika, sehingga penyelidikan lebih lanjut menjadi prioritas.
MAG menyatakan tindakan MS sangat bertentangan dengan standar profesional maskapai dan menegaskan penerbangan tetap aman karena MS tidak mengendalikan pesawat. Dua pilot lain yang berkualifikasi menjalankan operasional penerbangan dengan aman dari Kuala Lumpur ke Jakarta.
Menanggapi insiden tersebut, MAG memberlakukan tes narkoba wajib yang harus dijalani seluruh pilot aktif sebelum dapat melanjutkan penerbangan. Program ini melengkapi tes acak yang sudah berjalan sebelumnya dan ditargetkan selesai pada 15 Agustus 2026. Pilot yang belum menjalani tes akan dilarang terbang sampai dinyatakan bersih melalui surat keterangan resmi. Kebijakan ini juga akan diperluas kepada awak kabin maskapai Firefly dan Amal secara bertahap.
Presiden dan CEO MAG, Kapten Nasaruddin A. Bakar, menegaskan bahwa keselamatan operasional dan kebugaran awak penerbangan adalah prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan. Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian Dalam Negeri turut memperketat pengawasan serta mengevaluasi prosedur rekam jejak dan kesehatan pilot untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Penangkapan MS di Bandara Soekarno-Hatta menjadi peringatan serius bagi industri penerbangan terkait pengawasan personel. MAG menyatakan dukungannya terhadap proses hukum yang berlangsung di Indonesia dan melakukan pemeriksaan internal untuk memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan penumpang dan pemangku kepentingan terhadap standar keselamatan dan profesionalisme Malaysia Airlines serta industri penerbangan secara umum.













Tinggalkan Balasan