Media Kampung – Arab Saudi mengeluarkan dan kemudian mencabut peringatan potensi bahaya di Kota Makkah pada Kamis (24/9/2026). Peringatan ini berkaitan dengan ancaman keamanan, termasuk kemungkinan serangan rudal atau drone yang berpotensi mengganggu keselamatan wilayah yang menjadi pusat ibadah umat Islam tersebut.
Peringatan ini disampaikan oleh Pertahanan Sipil Arab Saudi melalui Platform Peringatan Dini Nasional dan disiarkan juga ke ponsel masyarakat. Selain Makkah, peringatan serupa juga dikeluarkan untuk wilayah Yanbu di Laut Merah, Taif, Jeddah, dan Tabuk. Namun, beberapa saat setelah dikeluarkan, peringatan tersebut dicabut dengan himbauan agar masyarakat tetap mengikuti instruksi keselamatan yang berlaku.
Ancaman ini memiliki konteks yang penting karena pekan sebelumnya pihak berwenang Saudi melaporkan keberhasilan menangkis serangan drone dari kelompok Houthi yang berbasis di Yaman. Kelompok ini diduga menargetkan Kota Makkah, yang merupakan lokasi Masjidil Haram dan Ka’bah, dua tempat suci bagi umat Islam. Serangan tersebut berhasil digagalkan sebelum memasuki wilayah langit terlarang di atas kota suci tersebut.
Untuk memperkuat pertahanan, Arab Saudi telah menempatkan sistem pertahanan udara Patriot di Makkah, terutama menjelang musim haji 2025 mendatang, guna memastikan keamanan jemaah yang datang dari seluruh dunia.
Situasi ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan keamanan di wilayah yang memiliki nilai religius dan strategis tinggi. Meskipun peringatan bahaya sudah dicabut, otoritas Saudi tetap mengingatkan warga dan pengunjung untuk waspada dan mengikuti semua instruksi keselamatan yang diberikan oleh pihak berwenang.















Tinggalkan Balasan