Media Kampung, Surabaya – Seorang pria bernama Naufal Hidayah (30) ditangkap oleh pihak kepolisian setelah melakukan pencurian empat kursi besi taman milik Pemerintah Kota Surabaya menggunakan mobil ambulans. Aksi pencurian ini dilakukan pada Selasa malam di wilayah Gubeng, Kota Surabaya.

Mobil ambulans yang digunakan dalam aksi pencurian tersebut adalah milik sebuah klinik di kawasan Jalan Dharmahusada, tempat pelaku bekerja sebagai cleaning service. Pelaku diketahui mampu mengoperasikan ambulans dengan mengambil kunci kontak yang disimpan di ruang kebersihan, sehingga pihak klinik tidak menyadari penggunaan kendaraan tersebut di luar jam operasional klinik.

Baca juga:

Menurut Kanit Reskrim Polsek Gubeng, Ipda Dwi Santoso, pelaku telah beraksi sebanyak tujuh kali dengan modus yang sama, yaitu mencuri kursi besi milik Pemkot Surabaya untuk dijual kepada penadah besi tua. Kursi besi yang dicuri memiliki bobot sekitar 35 kilogram dan diangkut menggunakan ambulans jenis Suzuki APV.

Pengungkapan Kasus oleh Satpol PP

Kasus pencurian ini terungkap setelah Satpol PP Kota Surabaya melakukan patroli rutin di kawasan Jalan Kaliwaron, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng. Pada patroli tersebut, petugas menemukan dua kursi taman di tempat penjualan barang bekas yang diduga milik Pemkot Surabaya. Kedua kursi tersebut bahkan sudah berada di atas timbangan untuk dijual.

Baca juga:

Petugas kemudian meminta keterangan kepada seorang pria yang datang menggunakan sepeda motor dan menunjukkan surat jalan yang diduga palsu. Satpol PP membawa terduga pelaku dan pihak pengepul ke Polsek Gubeng untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak Satpol PP menduga pengepul sudah mengetahui bahwa kursi tersebut milik Pemkot Surabaya karena terdapat logo resmi pada kursi.

Modus Operandi Pelaku

  • Pelaku adalah karyawan klinik yang bekerja sebagai cleaning service, bukan sopir ambulans.
  • Menggunakan mobil ambulans milik klinik untuk mengangkut kursi besi.
  • Mencuri kursi besi taman pada malam hari saat klinik tidak beroperasi.
  • Kunci kontak ambulans diambil dari ruang kebersihan tanpa sepengetahuan pihak klinik.
  • Menjual kursi besi yang dicuri kepada penadah barang bekas.

Konteks dan Dampak

Pencurian aset milik Pemerintah Kota Surabaya ini tidak hanya merugikan keuangan daerah, tetapi juga mengganggu fasilitas umum yang diperuntukkan bagi masyarakat. Kursi taman yang hilang mengurangi kenyamanan dan fungsi taman kota sebagai ruang publik yang seharusnya memberikan kenyamanan bagi warga.

Baca juga:

Penemuan dan penangkapan pelaku diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Pihak berwenang juga meningkatkan pengawasan terhadap aset-aset milik pemerintah agar tidak mudah menjadi sasaran kejahatan.

Tindakan Selanjutnya

Polsek Gubeng masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan mengejar kemungkinan adanya jaringan penadah yang terlibat dalam kasus pencurian ini. Satpol PP juga terus meningkatkan patroli dan pengawasan di berbagai lokasi untuk menjaga keamanan fasilitas umum di Kota Surabaya.