Media Kampung, Jakarta

Eks Kapolri AKBP (Purnawirawan) Untung Sangaji kembali menjadi sorotan setelah perannya dalam pengungkapan gudang senjata berbahaya di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ia berhasil mengungkap adanya 995 pucuk senjata api dan airgun, ribuan amunisi, alat cetak peluru ilegal, hingga narkotika yang disimpan di dalam ruangan terkunci milik mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD.

Kejadian ini mengejutkan publik, terutama karena lokasi penemuan berada di lingkungan pendidikan yang seharusnya aman dan bebas dari ancaman seperti itu.

Baca juga:

Profil dan Rekam Jejak Untung Sangaji

Untung Sangaji dikenal sebagai sosok polisi pemberani dengan rekam jejak yang panjang di Korps Bhayangkara. Namanya menjadi terkenal saat aksi heroiknya menumpas teroris bom bunuh diri di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, pada 2016. Dengan hanya berbekal senjata genggam tanpa rompi antipeluru, ia berhasil melumpuhkan pelaku teror sebelum korban jiwa bertambah banyak.

Selama kariernya, Untung menjabat sebagai Kapolres di beberapa daerah, termasuk Aceh Utara dan Merauke, Papua. Setelah memasuki masa pensiun, ia mengabdikan diri dengan menjabat sebagai staf ahli ketua pembina yayasan di sebuah lembaga pendidikan swasta di Jakarta Selatan.

Pengungkapan Gudang Senjata di Sekolah

Penemuan senjata ini bermula saat pengurus baru yayasan hendak merapikan dan mengalihfungsikan ruangan kerja mantan ketua yayasan, IWD, yang telah diberhentikan sejak April 2026 karena dugaan masalah internal. Karena ruangan tersebut dikunci dan kuncinya dibawa oleh IWD, pihak sekolah bersama aparat kepolisian membongkar paksa pintu ruangan tersebut pada Juli 2026.

Baca juga:

Di dalam ruangan terkunci itu ditemukan berbagai senjata berbahaya seperti air gun tanpa alur laras yang bisa membunuh, senjata tajam kaliber 5.56, senjata genggam kaliber 40 dan 9 mm, magasin jenis Glock, dan senjata shotgun kaliber 1270. Selain itu, ditemukan juga alat pembuat peluru ilegal, zat narkotika jenis sabu dan ganja, serta puluhan VCD porno.

Kekhawatiran dan Pertanyaan Mengenai Penemuan

Untung Sangaji menyatakan rasa terpukul dan heran atas penemuan tersebut, terutama karena kegiatan ilegal itu berlangsung di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak. Ia mempertanyakan mengapa ada oknum yang nekat menyimpan senjata api dan alat pembuat peluru di dalam sekolah yang sangat dihormati.

Penemuan ini memicu kekhawatiran luas mengenai keselamatan pelajar dan integritas pengelolaan yayasan pendidikan di Jakarta Selatan.

Baca juga:

Perkembangan Terbaru dan Penyelidikan

Penggeledahan yang dilakukan secara bertahap sejak Juli hingga Agustus 2026 memperluas temuan petugas. Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan jaringan yang terlibat dalam penyimpanan senjata dan narkotika di lingkungan sekolah tersebut.

DPR RI juga menyampaikan keprihatinan terkait temuan ini dan menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap lingkungan pendidikan demi melindungi keselamatan siswa.

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi lembaga pendidikan dan aparat keamanan untuk meningkatkan pengawasan serta memastikan lingkungan sekolah bebas dari ancaman kriminalitas berat.