Media Kampung – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di Margaguna, Jakarta Selatan, pada Jumat (37/2026). Keduanya disambut penampilan para siswa, mulai dari pidato dalam berbagai bahasa asing hingga paduan suara.
Dalam sambutannya, Pramono mengaku terharu melihat semangat para siswa. Ia mengingat masa kecilnya di Kediri yang juga mengandalkan bantuan pemerintah untuk bersekolah. “Ketika masih di Kediri, di kampung, anaknya guru, tujuh bersaudara, untuk bisa bersekolah kalau bukan karena bantuan pemerintah melalui beasiswa, enggak bakal bisa,” ujarnya.
Menurut Pramono, Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. “Harapan Saudara-saudara untuk mengubah, saya selalu menyebut garis ketidakberuntungan dalam keluarga itu, bisa Saudara lakukan. Dan itu salah satunya adalah dari sekolah,” katanya. Ia menambahkan, pendidikan harus tetap menjadi prioritas meskipun kondisi ekonomi global tengah tertekan.
Sementara itu, Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pengentasan kemiskinan yang tidak hanya menyasar anak, tetapi juga keluarganya. “Kenapa pengelolaan Sekolah Rakyat ada di Kementerian Sosial? Karena ini adalah bagian dari miniatur pengentasan kemiskinan,” ujarnya. “Jadi anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan dengan program strategis Bapak Presiden yang lain.” Orang tua siswa akan didorong menjadi lebih mandiri melalui berbagai program pemberdayaan, sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.
Gus Ipul mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 15 ribu siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Tahun ini jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi lebih dari 45 ribu siswa, meningkat menjadi lebih dari 100 ribu pada 2027, mendekati 200 ribu pada 2028, hingga mencapai sekitar 500 ribu siswa pada 2029.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat tidak menerapkan tes akademik dalam penerimaan siswa. Para peserta didik mendapat pendampingan sesuai minat dan bakat, termasuk pemetaan potensi menggunakan tes DNA Talent berbasis kecerdasan buatan (AI). Seluruh fasilitas pendidikan, asrama, makan tiga kali sehari, dan perlengkapan sekolah diberikan secara gratis.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.























Tinggalkan Balasan