Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto diperkirakan akan melakukan perombakan kabinet pada Agustus 2026 dengan melantik Norman Joesoef sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Republik Indonesia. Norman Joesoef merupakan CEO Republikorp, perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang industri pertahanan dan teknologi strategis, serta menjadi sosok non-militer pertama yang menduduki jabatan tersebut.
Penunjukan Norman Joesoef ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mempercepat kemandirian industri pertahanan Indonesia melalui kerja sama internasional yang telah dijalin sebelumnya. Norman sudah lama dikenal memiliki pengalaman dan kapasitas teknis serta manajerial yang kuat di sektor alutsista, yang dinilai sesuai dengan visi pertahanan modern dan mandiri yang diusung oleh Presiden Prabowo.
Posisi Wamenhan saat ini masih dijabat oleh Marsekal (purn) Donny Ermawan Taufanto, yang juga baru saja dilantik sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia. Pelantikan Norman akan menjadi bagian dari beberapa penyesuaian posisi dalam kabinet yang direncanakan pada Agustus 2026.
Selain perubahan di Kementerian Pertahanan, isu reshuffle kabinet juga menguat menyusul turunnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah menjadi 30,1 persen berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Penurunan tersebut menjadi sinyal bagi Presiden Prabowo untuk mengevaluasi dan melakukan perombakan terutama pada kementerian di sektor ekonomi, politik, dan hukum.
Salah satu menteri yang dikabarkan akan dicopot adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang beberapa kali menjadi sorotan publik terkait pernyataannya. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai pergantian jabatan tersebut.
Sementara itu, isu reshuffle juga menyeret nama-nama seperti Bahlil Lahadalia dan Zulkifli Hasan yang merupakan ketua umum partai politik koalisi. Pengamat menilai reshuffle menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2026 kemungkinan tidak akan dilakukan demi menjaga stabilitas politik.
Menanggapi isu reshuffle kabinet, Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan, Feri Amsari, menegaskan bahwa perombakan harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat dan efektivitas kerja menteri, bukan sekadar sebagai pembagian kekuasaan. Ia menilai jika kabinet berjalan optimal, reshuffle tidak seharusnya diperlukan.
Hingga saat ini, Istana Negara belum memberikan konfirmasi resmi mengenai rencana reshuffle kabinet, dan pembahasan lebih lanjut masih terus dipantau.















Tinggalkan Balasan