Media Kampung – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan kembali menguat pada akhir Juni 2026. Menurutnya, implementasi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) mulai memberikan dampak positif pada periode tersebut.
“Harusnya akhir bulan sudah mulai kelihatan penguatannya,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Ia menilai pelemahan rupiah yang mendekati level Rp 18.000 per dolar AS lebih banyak dipengaruhi sentimen negatif dan rumor di pasar, bukan karena fundamental ekonomi yang lemah.
Purbaya menjelaskan bahwa berbagai isu, termasuk rumor potensi pelemahan rupiah hingga menembus Rp 18.000, ikut membebani pergerakan mata uang Garuda. “Banyak isu di pasar yang membuat sentimen terhadap rupiah menjadi negatif,” katanya.
Pemerintah saat ini fokus menjaga fondasi ekonomi. Purbaya menegaskan bahwa kewajibannya adalah menjaga fondasi ekonomi karena pada akhirnya nilai tukar akan ditentukan oleh kekuatan fundamental ekonomi nasional. Ia juga membantah anggapan bahwa pelemahan rupiah dipicu kondisi fiskal yang memburuk.
Data APBN hingga Mei 2026 menunjukkan defisit hanya sekitar 0,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Selain itu, surplus primer kembali positif dan penerimaan pajak tumbuh lebih dari 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Jadi kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngaur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu. Kita makin bagus,” pungkas Purbaya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan