Media Kampung, Solo – Sebanyak 106 siswa SDII Al Abidin di Solo mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Solo mengungkapkan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) pada sampel buah semangka yang dikonsumsi siswa.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium telah keluar dan menunjukkan bahwa E. coli ditemukan pada semangka dari menu MBG maupun sampel makanan dan minuman lain di kantin sekolah. Pemeriksaan menyeluruh meliputi makanan, minuman, dan lauk-pauk yang disediakan di sekolah.
Kasus ini menimbulkan gejala berupa mual, pusing, sakit perut, hingga muntah kepada para siswa sehingga mereka harus menjalani pemeriksaan medis. Sebagai tindak lanjut, hasil laboratorium tersebut akan diserahkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk evaluasi dan pertimbangan terkait tindakan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola MBG di sekolah tersebut.
Respati menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pengelola SPPG di Kota Surakarta agar lebih berhati-hati dalam memilih, membersihkan, mengolah, menyimpan, dan menyajikan bahan makanan. Pemerintah Kota Solo berkomitmen untuk mewujudkan program Solo Zero Incident SPPG dengan memperkuat pengawasan dan koordinasi bersama BGN, Dinas Kesehatan, sekolah, serta pengelola SPPG untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan aman, higienis, dan sesuai standar kesehatan.
Berikut beberapa langkah yang akan dilakukan sebagai respons kejadian ini:
- Evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan makanan di SPPG.
- Penentuan sanksi atau penghentian sementara program oleh BGN sesuai hasil evaluasi.
- Peningkatan pengawasan dan pelatihan pengelola SPPG terkait standar kebersihan dan keamanan pangan.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak terkait agar mengutamakan keamanan dan kesehatan siswa dalam pelaksanaan program makan bergizi di sekolah. Pemerintah dan instansi terkait terus berupaya mencegah terulangnya kasus serupa demi kesehatan generasi muda di Solo.
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Solo dan Badan Gizi Nasional yang kini tengah melakukan evaluasi dan tindak lanjut kasus keracunan massal ini.














Tinggalkan Balasan