Media Kampung – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menegaskan bahwa Iran tidak pernah mengejar maupun memiliki senjata nuklir. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kemungkinan beberapa negara di kawasan Timur Tengah memiliki senjata nuklir.
Kedubes Iran melalui akun resmi media sosialnya menegaskan bahwa program nuklir Iran dijalankan secara transparan dan hanya untuk tujuan damai, sesuai dengan hukum internasional dan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT). Seluruh aktivitas nuklir Iran berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan menerapkan rezim inspeksi yang ketat.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden Prabowo dalam sebuah pertemuan dengan pengurus Kadin Pusat dan Daerah di Istana Negara Jakarta menyampaikan kekhawatiran mengenai eskalasi konflik global dan kemungkinan perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut bahwa Iran dikabarkan sudah memiliki senjata nuklir dan beberapa negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Mesir berpotensi mengikuti jejak tersebut.
Pidato Presiden Prabowo sempat disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, namun video tersebut mendadak berhenti ketika membahas isu nuklir. Setelah dilakukan pengecekan, video yang tersedia kembali tidak memuat bagian pembahasan tentang nuklir.
Kedutaan Besar Iran juga menegaskan bahwa fatwa Pemimpin Tertinggi Iran mengharamkan kepemilikan senjata nuklir, dan program nuklir negara ini difokuskan pada pemanfaatan energi untuk tujuan damai seperti energi, kesehatan, dan penelitian ilmiah. Iran menolak tuduhan yang menyebutkan bahwa mereka mengembangkan senjata pemusnah massal dan menegaskan senjata pemusnah massal tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanan nasionalnya.
Isu ini penting karena program nuklir Iran telah menjadi perhatian global, terutama setelah pengumuman dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terkait pengawasan program nuklir Iran. Penegasan Iran ini bertujuan untuk meredakan kekhawatiran dan mencegah potensi perlombaan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah yang dapat memperburuk ketegangan geopolitik.
Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan ini menunjukkan pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap perjanjian internasional dalam menjaga stabilitas kawasan dan mencegah proliferasi senjata nuklir yang dapat meningkatkan risiko konflik berskala besar.















Tinggalkan Balasan