Media Kampung – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Syahganda Nainggolan, setelah dilantik, mengungkapkan dua arahan penting yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam acara Serah Terima Jabatan di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Syahganda menjelaskan bahwa Presiden ingin agar pikiran serta program-programnya dapat tersampaikan kepada masyarakat yang paling bawah.
Syahganda menuturkan, setelah pelantikan, ia dipanggil oleh Presiden Prabowo ke Hambalang bersama Wakil Kepala Bakom. Pertemuan tersebut berlangsung selama dua jam, dan dalam kesempatan itu, ia menerima arahan terkait peran Bakom. “Kita diberi tahu tentang bagaimana Bakom ini pikiran-pikiran beliau, program-program beliau, itu sampai ke rakyat yang paling bawah,” ujarnya.
Arahan kedua menyangkut aspirasi dari lapisan masyarakat paling bawah. Syahganda menyampaikan bahwa Presiden meminta agar kondisi di masyarakat tersebut dapat sampai kepadanya. “Bapak Presiden mengarahkan pikiran orang-orang yang paling bawah dan apa yang terjadi paling bawah harus sampai ke telinga beliau. Ini yang diminta, jadi bagaimana kita ini mendengarkan suara rakyat, pesannya itu,” lanjutnya.
Syahganda juga mengaku merasakan beban amanah yang cukup berat sebagai orang baru di Bakom. Dia menyebut amanah itu “ngeri-ngeri sedap”. Namun, ia bersyukur karena didampingi oleh Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono yang lebih memahami situasi, setelah sebelumnya menjadi staf khusus Menteri Sekretaris Negara selama dua tahun.
Sejak awal Oktober, Syahganda bersama Wakil Kepala Bakom telah memimpin rapat untuk menilai perkembangan yang telah dicapai oleh Bakom. Ia menilai bahwa Bakom telah berkembang di bawah kepemimpinan Muhammad Qodari, dan menyebutkan berbagai kanal aduan yang telah digunakan untuk menyampaikan pikiran Presiden kepada rakyat.
“Kita tinggal meneruskan apa yang dilakukan oleh Pak Qodari selama ini,” kata Syahganda. Ia menegaskan komitmennya bersama Wakil Kepala Bakom untuk bekerja sebagai satu tim dan menjalin hubungan terbuka dengan awak media. “Tolong jangan segan-segan bertanya, datang, bertandang, kopi digelar,” ujarnya kepada media.














