Media Kampung, Lamongan – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Kabupaten Lamongan periode 2026–2031 resmi dilantik di Pendopo Lokatantra, Sabtu (18/8/2026). Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk menjadi penggerak utama dalam pelestarian adat, seni, dan kearifan lokal di Lamongan.

Pelantikan ini dihadiri oleh Ketua DPP MATRA Koordinator Wilayah Jawa, jajaran DPW MATRA Jawa Timur, Bupati Lamongan, unsur Forkopimda, pimpinan lintas agama, kepala OPD, camat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pengurus MATRA dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan dukungan luas terhadap upaya pelestarian budaya yang menjadi fokus MATRA Lamongan.

Baca juga:

Komitmen dan Program Pelestarian Budaya

Ketua DPD MATRA Lamongan, KRTH. Sumbodo Kusumo Citraningrat, menyatakan bahwa organisasi ini ingin menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga identitas budaya daerah. Pengurus berkomitmen untuk melestarikan dan memajukan adat, budaya, seni, serta tatanan kehidupan masyarakat agar tetap terjaga dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Setelah pelantikan, MATRA Lamongan segera melakukan konsolidasi organisasi dan menyusun program kerja jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Program ini mencakup penguatan peran masyarakat dan kerja sama dengan pemerintah serta komunitas budaya hingga tingkat desa. Pendekatan ini bertujuan memastikan pelestarian budaya berjalan berkelanjutan dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Simbol Persatuan dan Penghormatan Tradisi

Pelantikan MATRA Lamongan juga sarat dengan prosesi simbolis yang menggambarkan persatuan seluruh wilayah Lamongan. Tanah dan air dari 27 kecamatan disatukan dan ditanam di halaman Pendopo Lokatantra, melambangkan akar budaya yang menjadi fondasi bersama dalam membangun daerah.

Baca juga:

Selain itu, MATRA memberikan penghargaan kepada 41 juru kunci makam leluhur sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam merawat situs bersejarah dan menjaga tradisi yang diwariskan lintas generasi. Organisasi ini berencana melakukan pendataan dan registrasi terhadap para juru kunci untuk mendukung dokumentasi sejarah lokal dan pelestarian warisan budaya Kabupaten Lamongan.

Peluncuran Buku Budaya dan Doa Lintas Agama

Dalam rangkaian acara pelantikan, juga diluncurkan buku Busana Khas Lamongan (BKL), hasil kajian budaya yang diserahkan kepada Bupati Lamongan, DPW MATRA Jawa Timur, DPD MATRA Lamongan, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan. Buku ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi budaya, tetapi juga membuka ruang untuk penelitian lebih lanjut yang memperkaya khazanah budaya Lamongan.

Acara pelantikan ditutup dengan doa lintas agama sebagai simbol persatuan dalam keberagaman, memperkuat semangat kolaborasi dalam pelestarian budaya lokal.

Baca juga:

Peran Bersama dalam Pelestarian Budaya

Sumbodo menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan Pemerintah Kabupaten Lamongan, jajaran pengurus MATRA, dan berbagai elemen masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga dan mengembangkan warisan leluhur sebagai identitas yang membanggakan bagi masyarakat Lamongan.