Media Kampung, Pangkalan Bun – Industri kelapa sawit di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, telah memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara dengan total sumbangan mencapai Rp 1,7 triliun hingga Juli 2026. Sumbangan ini berasal dari bea keluar, penerimaan lainnya, dan pungutan dana sawit yang menunjukkan peran penting sektor ini dalam perekonomian lokal dan nasional.

Kontribusi Industri Kelapa Sawit terhadap Pendapatan Negara

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Selatan, Muhtadi, menyatakan bahwa dana Rp 1,7 triliun tersebut merupakan akumulasi dari bea keluar ekspor sawit dan produk turunannya yang mencapai sekitar Rp 882 miliar, serta penerimaan dari pungutan dana sawit sekitar Rp 860 miliar. Pangkalan Bun menjadi kontributor terbesar di wilayah Kalimantan Bagian Selatan dari sisi ekspor produk sawit.

Baca juga:

Pasar Ekspor dan Tantangan Logistik

Mayoritas produk sawit dan turunannya dari Pangkalan Bun diekspor ke India, yang menjadi pasar utama saat ini. Namun, pengawasan dan pengelolaan ekspor menghadapi sejumlah tantangan, terutama metode pengiriman yang menggunakan sistem Ship to Ship (STS), yakni pemindahan produk dari kapal tongkang ke kapal induk (mother ship) di tengah sungai yang kedalamannya terbatas.

Jarak tempuh antara lokasi bongkar muat di kawasan berikat dengan kapal induk mencapai sekitar 40 mil atau memerlukan waktu perjalanan sekitar 12 jam. Kondisi ini menyebabkan biaya logistik meningkat karena proses pengiriman tidak bisa langsung dilakukan dengan kapal induk menuju tujuan ekspor.

Permasalahan Ketersediaan Kontainer dan Pengawasan Ekspor

Selain tantangan logistik, ekspor menggunakan kontainer juga menghadapi kendala terkait ketersediaan kontainer yang layak dan memadai. Kondisi ini turut mempengaruhi kelancaran pengiriman produk sawit ke pasar internasional.

Baca juga:

Muhtadi juga menyinggung kemungkinan adanya praktik penyelundupan dalam kegiatan ekspor sawit. Ia menegaskan komitmen Bea Cukai bersama aparat penegak hukum, Kepolisian, TNI, dan Kejaksaan untuk terus melakukan pengawasan ketat dan sinergi guna mengantisipasi praktik ilegal tersebut.

Peran Anak Usaha Astra Agro Lestari

Perkebunan kelapa sawit PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi dan PT Agro Menara Rachmat (PT GSIIP-AMR), anak usaha Astra Agro Lestari, merupakan bagian dari industri sawit di Kalimantan Tengah yang aktif melakukan aktivitas panen. Keberadaan perusahaan ini menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung kontribusi industri kelapa sawit di wilayah ini.

Pentingnya Industri Kelapa Sawit bagi Perekonomian Lokal

Industri kelapa sawit tidak hanya memberikan pemasukan besar bagi negara melalui penerimaan pajak dan bea keluar, tetapi juga menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal di Pangkalan Bun dan sekitarnya. Sektor ini membuka lapangan kerja dan mendorong aktivitas ekonomi lainnya seperti jasa logistik dan perdagangan.

Baca juga:

Dengan berbagai tantangan yang ada, pengawasan yang ketat dan sinergi antarinstansi menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan dan integritas industri kelapa sawit, sehingga manfaat ekonomi dapat terus dirasakan secara optimal oleh negara dan masyarakat setempat.