Media Kampung, Kuantan Singingi – Polres Kuantan Singingi (Kuansing) meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayahnya, khususnya di Sungai Ojolali, Desa Sungai Paku, Kecamatan Singingi Hilir. Penertiban dilakukan setelah ditemukan dua rakit dompeng yang diduga digunakan untuk PETI, yang kemudian dimusnahkan oleh petugas untuk menghambat aktivitas ilegal tersebut.
Penertiban yang berlangsung pada Selasa (1/9/2026) sore oleh personel Polsek Singingi Hilir ini merupakan respons terhadap informasi masyarakat mengenai keberadaan aktivitas PETI di lokasi tersebut. Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana menyatakan bahwa meskipun saat pengecekan tidak ditemukan aktivitas penambangan atau alat berat, tindakan tegas dilakukan terhadap sarana yang dapat mendukung kegiatan ilegal tersebut agar tidak beroperasi kembali.
Selain pengawasan terhadap PETI, Pemerintah Kabupaten Kuansing juga tengah melakukan evaluasi terhadap dampak ekonomi dan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Festival Pacu Jalur 2026, sebuah event budaya yang menjadi magnet wisata dan penggerak ekonomi lokal. Rapat evaluasi yang berlangsung di Kantor Bupati Kuansing pada Selasa (1/9/2026) membahas capaian PAD yang meningkat menjadi sekitar Rp792 juta, namun masih belum mencapai target minimal Rp1 miliar.
Penjabat Sekretaris Daerah Kuansing, Drs. Muradi, M.Si., menjelaskan bahwa selain merayakan budaya, pemerintah perlu mengukur kontribusi ekonomi dari berbagai sektor seperti parkir, perdagangan, UMKM, pariwisata, dan perpajakan. Evaluasi tersebut juga menyoroti adanya kesenjangan antara aktivitas ekonomi yang tinggi selama festival dengan pendapatan daerah yang masih belum optimal, sehingga berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk memberikan penjelasan dan mencari solusi bersama.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, sektor pertanian di Kuansing juga menunjukkan ketahanan yang baik. Musim kemarau yang menggigit tidak menghambat panen jagung pipil kering seluas satu hektare di Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir, yang mampu menghasilkan sekitar dua ton jagung. Kapolsek Singingi Hilir IPTU Alferdo Krisnata Kaban menegaskan bahwa keberhasilan panen ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak termasuk pemerintah desa, BPBD, BUMDes, tokoh masyarakat, dan adat untuk menjaga ketahanan pangan wilayah.
Upaya pengawasan ketat terhadap PETI, evaluasi menyeluruh terhadap dampak ekonomi event budaya, dan keberhasilan program ketahanan pangan menunjukkan komitmen berbagai pihak di Kuansing dalam mengelola sumber daya alam dan potensi daerah secara optimal dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.















Tinggalkan Balasan