Media Kampung – PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) resmi melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:25. Pada hari pertama perdagangan dengan nilai nominal baru, Selasa (21/7/2026), harga saham MLPT melonjak 25% menjadi Rp 1.300 per saham dari harga teoritis Rp 1.040.
Berdasarkan data RTI, saham MLPT dibuka di level Rp 1.120, menyentuh level tertinggi Rp 1.300 dan terendah Rp 1.075. Total frekuensi perdagangan mencapai 9.753 kali dengan volume 198.589 saham dan nilai transaksi Rp 25,1 miliar.
Detail Stock Split MLPT
Stock split ini mengubah nilai nominal saham dari Rp 100 menjadi Rp 4 per saham. Jumlah saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) melonjak dari 1.875.000.000 menjadi 46.875.000.000 lembar. Harga teoritis setelah stock split ditetapkan sebesar Rp 1.038, yang kemudian disesuaikan dengan fraksi harga menjadi Rp 1.040.
Sebelum stock split, harga saham MLPT pada akhir cum di pasar reguler (20 Juli 2026) tercatat di Rp 25.950, turun 11,21% dari Rp 29.225. Kapitalisasi pasar saat itu mencapai Rp 48,6 triliun.
Minat Investor Domestik Dominan
Pada perdagangan terakhir sebelum stock split, investor domestik mendominasi dengan pembelian bersih (net buy) sekitar Rp 120 juta. Sementara investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sekitar Rp 122 juta.
Stock split umumnya dilakukan untuk meningkatkan likuiditas saham dengan menurunkan harga per lembar, sehingga lebih terjangkau bagi investor ritel. Langkah MLPT ini diharapkan dapat memperluas basis investor dan meningkatkan frekuensi perdagangan.















Tinggalkan Balasan