Media Kampung, Kampar – Poltekkes Kemenkes Riau meluncurkan penelitian deteksi dini dan pencegahan stunting di Desa Air Terbit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Penelitian ini merupakan kolaborasi dengan SKK Migas, Texcal Energy Mahato Inc., dan Pemerintah Kabupaten Kampar, yang berlangsung dari Mei hingga Juli 2026.
Penelitian berjudul “Efektivitas Rapid Test Pyridinium untuk Monitoring dan Evaluasi Pemberian Makanan Tambahan serta Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Linier Anak Balita dalam Upaya Mencegah Stunting” ini melibatkan anak balita di Raudhatul Athfal Desa Air Terbit sebagai responden. Tujuannya memantau pertumbuhan tinggi badan anak sekaligus mendukung deteksi dini risiko stunting.
Tahapan Penelitian
Guru Besar Bidang Gizi Poltekkes Kemenkes Riau, Prof. Dr. Aslis Wirda Hayati, menjelaskan penelitian dilakukan melalui tiga tahap: pendataan, intervensi pemberian makanan tambahan selama satu bulan, dan evaluasi pada bulan berikutnya. “Pemberian makanannya berlangsung selama satu bulan. Sebelumnya dilakukan pendataan, kemudian dilanjutkan dengan intervensi dan evaluasi. Tujuan utama adalah mengukur pertumbuhan tinggi badan agar sesuai standar,” jelas Prof. Aslis.
Rapid Test Pyridinium digunakan sebagai instrumen untuk memonitor pertumbuhan linier anak secara cepat. Hasil penelitian diharapkan menghasilkan data ilmiah yang bermanfaat bagi program deteksi dini dan pencegahan stunting di Desa Air Terbit dan wilayah Kabupaten Kampar.
Peran Orang Tua
Prof. Aslis menekankan pentingnya keterlibatan orang tua, karena pemenuhan gizi anak tidak hanya selama penelitian, tetapi harus berkelanjutan di keluarga. Kepala Desa Air Terbit, Basuki, mengapresiasi kegiatan ini. “Harapan kita satu, yaitu mendapatkan anak-anak yang sehat. Edukasi seperti ini diharapkan terus berlanjut dan memberi manfaat kepada ibu-ibu dan anak-anak,” ujar Basuki.
Orang tua juga mendapat edukasi tentang pemberian makanan sehat tinggi kalsium. Pengetahuan ini diharapkan diterapkan dalam menyediakan makanan anak sehari-hari, sehingga tumbuh kembang anak semakin optimal.
Kolaborasi Multipihak
Kerja sama antara Poltekkes, SKK Migas, Texcal Energy, dan Pemkab Kampar menunjukkan sinergi dalam upaya menekan angka stunting. Dengan penelitian ini, diharapkan angka stunting di Kampar dapat menurun melalui deteksi dini dan intervensi tepat sasaran.















Tinggalkan Balasan