Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pekan ini dengan penguatan signifikan. Pada Senin (20/7/2026), IHSG dibuka naik 21,95 poin atau 0,36 persen ke level 6.197,48. Dalam sepuluh menit pertama, indeks terus merangkak naik hingga mencapai 6.230,61, menguat 0,89 persen.
Data dari IDX Mobile menunjukkan level tertinggi IHSG pagi ini mencapai 6.234,66, sementara level terendahnya di 6.191,04. Volume transaksi tercatat sebesar 2,16 miliar lembar saham dengan nilai Rp1,6 triliun dan frekuensi 241,3 ribu kali.
Sebanyak 372 saham menguat, 153 saham melemah, dan 440 saham stagnan. Indeks-indeks unggulan seperti LQ45, IDX30, IDX80, IDXESGL, dan IDXQ30 juga mencatat kenaikan antara 1 hingga 1,36 persen pada sesi pagi.
Empat Saham Paling Mencuat
Beberapa saham mencatat lonjakan harga lebih dari 15 persen pada awal perdagangan, menjadi perhatian investor. Berikut daftarnya:
- PRAY – naik 21,17 persen
- CTTH – naik 20,8 persen
- OMRE – naik 18,52 persen
- BATR – naik 17,05 persen
Kenaikan ini terjadi di tengah sentimen positif pasar global dan domestik. Meski demikian, investor tetap diimbau waspada terhadap potensi aksi ambil untung karena IHSG mendekati level resistance 6.200-6.300.
Sentimen Pasar
Penguatan IHSG didukung oleh aliran dana asing yang masuk. Pada perdagangan Jumat sebelumnya, investor asing membukukan net buy sekitar Rp725 miliar, terutama di saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA, BMRI, BBRI, TLKM, dan BRIS.
Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati perkembangan global, termasuk persaingan teknologi AI antara AS dan China yang mempengaruhi sektor semikonduktor, serta eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak. Faktor-faktor ini berpotensi mempengaruhi inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral global.
Prospek Pekan Ini
Analis dari Phintraco Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG pekan ini akan dipengaruhi oleh sentimen global dan agenda ekonomi dalam negeri, termasuk keputusan Bank Indonesia. Sementara BNI Sekuritas mencatat level support IHSG di 6.050-6.100 dan resistance di 6.200-6.300. Jika berhasil menembus resistance, IHSG berpeluang menguji level 6.300.
Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati antara lain ENRG, ISAT, BNBR, CDIA, BRMS, dan VKTR, dengan strategi buy on weakness di area support masing-masing.
Pasar modal Indonesia menunjukkan optimisme di awal pekan, namun investor disarankan tetap berhati-hati terhadap potensi volatilitas jangka pendek.














Tinggalkan Balasan