Media Kampung, Sungailiat — Tiga mahasiswa semester delapan Program Studi Sistem Informasi ISB Atma Luhur Pangkalpinang mengembangkan sistem informasi inventory berbasis web untuk digitalisasi pengelolaan aset. Inovasi ini dirancang membantu pelaku usaha mencatat keluar masuk barang secara lebih tertib dan akurat.

Proyek yang dikerjakan oleh Dhea Ariesta, Herza Saputri, dan Rizki Purnama ini berlangsung sekitar tiga bulan, dari Maret hingga Mei 2026, sebagai bagian dari tugas akhir atau skripsi.

Baca juga:

Ide pembuatan sistem berawal dari temuan di lapangan saat riset. Dhea Ariesta, salah satu anggota tim, dalam dialog Sore Ceria Pro 2 RRI Sungailiat mengatakan, berdasarkan hasil riset di sebuah CV yang membuka toko spare part mobil, perusahaan tersebut masih mengalami kendala dalam pencatatan stok barang masuk dan keluar. Data persediaan belum terdokumentasi secara optimal.

“Awalnya kami riset ke sebuah CV yang membuka toko spare part mobil. Perusahaan ini membutuhkan sistem informasi keluar masuk barang. Stok barang masuk dan keluar masih kurang terdata sehingga kami memutuskan membuat digitalisasi sistem informasi untuk pengendalian keluar masuk barang tersebut,” kata Dhea.

Baca juga:

Dhea menambahkan, digitalisasi pengelolaan aset penting bagi pelaku usaha untuk menjaga konsistensi data. Tanpa sistem informasi, pencatatan data dinilai kurang teratur dan berpotensi menimbulkan kesalahan informasi.

Anggota tim lainnya, Rizki Purnama, menjelaskan bahwa sistem yang dikembangkan juga dilengkapi fitur notifikasi. Fitur ini memberi peringatan ketika stok barang mulai menipis, sehingga memudahkan pelaku usaha mengelola persediaan.

Baca juga:

“Proyek ini berupa web untuk data keluar masuk barang di mana sistem ini sendiri memiliki fitur unggulan berupa notifikasi, jadi ada pemberitahuan kalau stoknya tinggal sedikit. Kesulitannya paling di tahap awal karena harus mencari alur kerjanya, sistemnya itu berjalan, dan juga menentukan database yang sesuai,” ujar Rizki.

Meski saat ini proyek masih digunakan untuk kebutuhan tugas akhir, anggota tim membuka peluang untuk mengembangkan sistem serupa bagi perusahaan lain yang membutuhkan digitalisasi pengelolaan inventaris.