Media Kampung, Jakarta — Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara mempercepat penanganan tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rusun Waduk Pluit, Penjaringan. Penanganan ditargetkan rampung dalam waktu 7 hingga 10 hari.
Kepala Seksi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Sudin LH Jakarta Utara, Ardiyanto, mengatakan pihaknya mengoptimalkan seluruh armada, alat berat, dan personel di lapangan. “Targetnya, tumpukan sampah dapat ditangani dalam waktu 10 hari sehingga kondisi TPS kembali normal dan pelayanan kebersihan kepada warga berjalan dengan baik,” ujarnya dalam keterangan yang diterima kumparan, Jumat (17/7).
Pada tahap awal, Sudin LH mengoperasikan tiga unit dump truck, satu unit alat berat, dan 10 personel. Petugas bekerja secara bertahap untuk mengurai dan mengangkut sampah. Proses penanganan diperkirakan membutuhkan sekitar 30 kali pengangkutan. Untuk mempercepat, jumlah armada dan personel akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Ardiyanto menegaskan, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan oleh Sudin LH. Pengelola Rusun Waduk Pluit harus bertanggung jawab dengan menyusun target pengurangan sampah yang jelas, terukur, dan dapat dievaluasi secara berkala. Pengelola juga diminta mengoptimalkan fungsi kontainer, penataan jadwal pembuangan, dan pengawasan di area TPS agar sampah tidak kembali berserakan.
“Setelah tumpukan ini ditangani, harus ada pembenahan sistem pengelolaan sampah di lingkungan rusun. Pengelola perlu memiliki target pengurangan sampah penghuni, memastikan kontainer berfungsi optimal, dan menjaga agar sampah tidak dibuang sembarangan,” tegas Ardiyanto.
Ia juga mengajak warga Rusun Waduk Pluit untuk mengurangi timbulan sampah dan mulai memilah sampah dari rumah. Sampah yang masih bernilai guna dapat dipisahkan dari residu sehingga volume sampah yang masuk ke TPS dan diangkut ke tempat pemrosesan akhir dapat berkurang. “Penanganan oleh DLH harus didukung tanggung jawab pengelola dan partisipasi masyarakat. Dengan mengurangi, memilah, dan menempatkan sampah secara tertib, kebersihan lingkungan rusun dapat terjaga secara berkelanjutan,” tutup Ardiyanto.






















Tinggalkan Balasan