Media Kampung – 17 April 2026 | Santri Al-Anwar 3 di Banyuwangi berhasil mengubah sampah menjadi produk daur ulang, memperkuat upaya pengelolaan lingkungan kampus pesantren.

Program ini dimulai pada Januari 2024 dan melibatkan lebih dari 150 santri serta staf pengajar dalam kegiatan pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan limbah organik dan anorganik.

Sampah plastik, kertas, dan limbah organik diproses menjadi barang bernilai seperti tas kain, tempat pensil, dan kompos, yang kemudian didistribusikan kepada warga sekitar.

Upaya pengurangan plastik sekali pakai mencatat penurunan penggunaan plastik sebesar 40 persen di lingkungan pondok selama enam bulan pertama pelaksanaan program.

“Kami ingin menjadikan sampah sebagai sumber daya, bukan beban,” ujar Ketua Santri Al-Anwar 3, Ahmad Fauzi, saat peluncuran inisiatif.

Kepala Program Pengelolaan Sampah (PPS), Ustadz H. Yusuf, menambahkan bahwa pendidikan lingkungan menjadi inti strategi, dengan modul pelatihan yang diadakan tiap dua minggu.

Pelatihan tersebut mencakup teknik daur ulang, pemilahan sampah, serta pembuatan produk kreatif yang dapat dijual untuk menambah pemasukan pesantren.

Hingga akhir Maret 2024, lebih dari 2.500 kilogram sampah telah diproses, menghasilkan sekitar 300 produk daur ulang yang telah disalurkan ke sekolah-sekolah dan usaha mikro di sekitarnya.

Kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi serta LSM GreenFuture memperluas jaringan pemasaran produk dan menyediakan fasilitas pengomposan skala kecil.

Inisiatif ini mendapat penghargaan “Inovasi Lingkungan Terbaik” pada ajang Festival Hijau Banyuwangi 2024, menegaskan dampak positifnya bagi masyarakat.

Saat ini program masih berjalan aktif, dengan rencana penambahan lini produksi barang rumah tangga dan perluasan jaringan pengumpulan sampah ke desa‑desa tetangga.

Ke depan, Santri Al-Anwar 3 berkomitmen meningkatkan kapasitas produksi dan melibatkan lebih banyak pemuda dalam gerakan ekonomi sirkular di wilayah Banyuwangi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.