Media Kampung, Tuban — Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di UPT SDN Sukolilo 1, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman Nomor 94, Tuban, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah sekolah tersebut hanya menerima satu calon peserta didik baru. Padahal, kapasitas daya tampung untuk satu rombongan belajar (rombel) di sekolah itu mencapai 28 siswa.
Hingga saat ini, pihak sekolah belum memberikan klarifikasi resmi terkait minimnya jumlah pendaftar. Menanggapi situasi tersebut, Bupati Tuban Aditya Halindra Farizky memberikan penjelasan mengenai penyebabnya.
Penyebab Fluktuasi Jumlah Siswa
Bupati Tuban menekankan bahwa fluktuasi jumlah calon siswa setiap tahunnya dipengaruhi oleh angka kelahiran yang bervariasi. Data jumlah anak usia sekolah bersifat dinamis, sehingga tidak bisa disamakan antar periode. “Kelahiran usia anak setiap tahun berbeda-beda, dan untuk usia SD, semuanya sudah kami pastikan mereka bersekolah. Untuk pendaftaran online yang sudah ditutup, akan kami arahkan untuk melakukan pendaftaran secara offline,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Jaminan Akses Pendidikan
Kendati terdapat sekolah yang hanya menjaring satu siswa, Pemerintah Kabupaten Tuban menjamin bahwa seluruh anak usia sekolah dasar di Tuban telah bersekolah. Mereka tersebar di berbagai lembaga, mulai dari sekolah negeri, swasta, hingga pendidikan berbasis keagamaan.
Untuk jenjang pendidikan menengah pertama (SMP), pemerintah daerah mencatat masih terdapat tiga anak yang belum bersekolah karena kendala disabilitas berat yang memerlukan penanganan khusus. Pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan dan menjalin komunikasi intensif dengan keluarga mereka.
“Kami menitikberatkan agar anak-anak bisa sekolah terlebih dahulu, di mana pun tempatnya. Karena saat ini lembaga pendidikan sangat banyak, namun terkait penataan di dalamnya akan terus kami evaluasi,” kata Bupati.
Evaluasi Sistem Pendidikan
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Tuban tidak mengabaikan kondisi yang dialami UPT SDN Sukolilo 1. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas sistem pendidikan di masa mendatang.























Tinggalkan Balasan