Media Kampung – Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB), para guru dan sekolah turun langsung membantu orang tua dalam mendaftarkan anak-anak mereka. Langkah ini diambil untuk memastikan proses pendaftaran berjalan lancar, transparan, dan bebas dari pungutan liar.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB, Syamsul Hadi, menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan SPMB harus berpegang pada prinsip integritas dan profesionalitas sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ia juga mengingatkan agar tidak ada pungutan di luar ketentuan, gratifikasi, serta praktik percaloan ataupun titipan selama proses penerimaan.

Untuk menjaga transparansi, setiap satuan pendidikan diminta memasang imbauan tentang bebas pungli dan gratifikasi di lingkungan sekolah. Kepala sekolah bertanggung jawab melakukan pengawasan internal agar seluruh panitia memahami dan menjalankan aturan dengan benar.

Di Kabupaten Lombok Timur, Kepala SDN 1 Puncak Jeringo, Agus Setiawan, menjelaskan bahwa sekolahnya sudah melakukan berbagai persiapan matang. Mereka mengadakan rapat dengan guru, membentuk kepanitiaan, serta merancang strategi promosi untuk menarik calon peserta didik baru tahun ini.

Agus menambahkan koordinasi sangat penting mengingat sekolahnya menerapkan sistem SD dan SMP Negeri Satu Atap. Tahun ini, mereka berencana membuka layanan PAUD Satu Atap untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat sekitar. Ia telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mewujudkan rencana tersebut.

Sekolah juga aktif melakukan sosialisasi SPMB melalui pertemuan langsung dan media sosial. Mereka berkomitmen menjaga proses penerimaan tetap transparan dan menolak segala bentuk gratifikasi agar masyarakat merasa nyaman dan percaya dengan pelaksanaan program ini.

Selain itu, sekolah mengundang orang tua murid dalam kegiatan sosialisasi serta melakukan pendekatan langsung dengan mendatangi rumah calon peserta didik. Langkah ini bertujuan memberi informasi jelas tentang program sekolah dan mendorong masyarakat untuk mendaftarkan anaknya di sekolah tersebut.

Di Kabupaten Sumbawa, guru SDN Tangkampulit, Yan Aryani, mengungkapkan peran guru sangat besar dalam sosialisasi dan pendampingan administrasi. Terutama di daerah 3T, guru membantu masyarakat yang masih memerlukan bimbingan terkait proses pendaftaran dan persyaratan administrasi.

Yan menyebutkan bahwa secara umum masyarakat merespons positif pelaksanaan SPMB tahun ini karena dianggap lebih terbuka dan terarah. Sekolah berupaya memberikan pelayanan optimal agar orang tua merasa terbantu selama proses pendaftaran berlangsung.

Meski demikian, beberapa orang tua masih mengalami kendala teknis dalam memahami tahapan pendaftaran dan kelengkapan dokumen. Oleh karena itu, komunikasi antara sekolah dan wali murid menjadi sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman selama proses SPMB.

Selain fokus pada pelaksanaan SPMB, pemerintah juga meresmikan revitalisasi 124 sekolah di Lombok Timur dan Sumbawa. Program ini merupakan upaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan agar layanan pendidikan berkualitas dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa revitalisasi dan digitalisasi pendidikan merupakan bagian dari usaha berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional. Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk bantuan revitalisasi dan distribusi perangkat pembelajaran digital di NTB tahun 2025.

Kepala SMK Negeri 1 Sikur, Hasbi Ahmad, menyampaikan apresiasinya terhadap bantuan revitalisasi yang telah memperbaiki fasilitas belajar di sekolah. Sebelum revitalisasi, keterbatasan ruang belajar memaksa sekolah menerapkan sistem belajar dua shift. Kini, setelah renovasi selesai, para siswa dapat belajar lebih nyaman di ruang yang memadai.

Pelaksanaan SPMB di NTB tahun 2026 terus didukung oleh kerja sama antara pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat. Dengan pendampingan intensif dan peningkatan fasilitas pendidikan, diharapkan proses penerimaan peserta didik baru berjalan sukses dan memenuhi target yang telah ditetapkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.