Media Kampung – Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) melaporkan penahanan terhadap sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Informasi ini disampaikan oleh perwakilan GPCI, Ahmad Juwaini, saat bertemu dengan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Selasa, 19 Mei 2026.
Ahmad Juwaini menjelaskan bahwa misi Global Freedom Flotilla yang melibatkan para aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara, termasuk Indonesia, mengalami hambatan serius. Rombongan yang berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada 12 April 2026, sempat dicegat oleh pasukan Israel saat memasuki perairan Yunani. Dalam insiden tersebut, lebih dari 170 peserta ditahan, meskipun beberapa dari mereka dibebaskan dalam beberapa hari berikutnya.
Juwaini menambahkan bahwa dua peserta bernama Thiago dan Syekh Abul Khasik baru bisa dibebaskan setelah hampir dua belas hari ditahan. Setelah peristiwa itu, pelayaran dilanjutkan dari Marmaris, Turki, dengan sembilan warga Indonesia bergabung dalam delegasi internasional menuju Gaza.
Namun, kapal yang membawa rombongan kembali menghadapi pencegatan oleh pasukan Israel pada Senin, 18 Mei 2026 siang. Sebanyak 40 kapal dan 332 aktivis serta jurnalis internasional dilaporkan ditahan dalam operasi ini. Sembilan WNI yang turut serta dalam misi tersebut kini masih berada dalam status penahanan.
GPCI meminta MPR RI untuk mendukung upaya diplomatik pemerintah Indonesia dalam membantu pembebasan para WNI tersebut. “Kami berharap Pak Hidayat Nur Wahid sebagai pimpinan MPR dapat menyampaikan pesan kepada pemerintah dan instansi terkait agar segera mengambil langkah untuk membebaskan delegasi kami yang diculik,” ujar Juwaini.
Hingga saat ini, dari total 57 kapal yang mengikuti misi Global Freedom Flotilla, mayoritas telah dicegat oleh otoritas Israel. Peristiwa ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi para aktivis kemanusiaan dalam menjalankan misi membantu warga di Gaza di tengah ketegangan yang berlangsung.
Situasi penahanan terhadap para WNI ini masih dalam pemantauan intensif, dan upaya diplomatik dari pemerintah Indonesia diharapkan bisa segera memberikan solusi agar mereka dapat kembali ke tanah air dengan selamat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan