Media Kampung – Perpustakaan Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berupaya mempertahankan koleksi buku di era digital dengan menyediakan layanan yang mengakomodasi kebutuhan buku fisik dan digital bagi masyarakat akademik. Meski tren penggunaan buku digital meningkat dalam lima tahun terakhir, minat baca melalui buku cetak tetap menunjukkan keberadaan yang signifikan di kalangan pembaca.

Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, menegaskan bahwa nilai utama buku terletak pada isi dan substansi kontennya, bukan hanya pada formatnya. Ia menjelaskan bahwa tidak semua orang merasa nyaman membaca dari layar digital, terutama melalui perangkat ponsel. Oleh karena itu, perpustakaan berkomitmen menyediakan keseimbangan antara koleksi fisik dan digital untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dan civitas akademika.

Perpustakaan Pusat UGM menyediakan berbagai koleksi lintas disiplin ilmu, termasuk buku pengayaan yang dapat diusulkan oleh mahasiswa untuk penambahan koleksi. Selain itu, perpustakaan fokus mengembangkan koleksi digital yang kini terdiri dari puluhan ribu judul e-book, e-journal, dan dokumen elektronik lainnya guna memperluas akses terhadap sumber ilmiah.

Untuk mendukung penyebaran karya ilmiah dosen dan mahasiswa, UGM menyediakan platform repositori digital yang memudahkan akses publik terhadap karya-karya ilmiah, dengan tetap mematuhi regulasi hak cipta. Karya tulis akhir mahasiswa belum dapat diakses secara penuh kecuali atas permintaan khusus, sementara artikel dan paper ilmiah sudah dapat diakses melalui sistem repositori institusi.

Selain pengelolaan koleksi buku, perpustakaan juga berperan dalam pengelolaan arsip sejarah universitas. Arsip seperti dokumen pendirian kampus, catatan kepemimpinan, dan dokumentasi gerakan mahasiswa dilestarikan melalui digitalisasi dan sistem informasi kearsipan yang terus dikembangkan untuk meningkatkan kemudahan akses masyarakat.

Dalam menjaga keamanan dan ketahanan arsip, perpustakaan melakukan penguatan infrastruktur teknologi informasi, termasuk penggunaan ruang penyimpanan data berbasis Network Attached Storage (NAS) yang bekerja sama dengan Direktorat Teknologi Informasi. Dokumen fisik disimpan dan dirawat secara khusus di Depo Arsip untuk menjamin kelestarian naskah dan media analog.

Arif juga menyoroti pentingnya kebijakan yang mewajibkan setiap institusi, baik pemerintah maupun perguruan tinggi, untuk mengelola arsip dengan standar yang baik dan terintegrasi mulai dari tingkat pusat hingga fakultas dan program studi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan dan pemanfaatan arsip secara nasional.

Hingga tahun 2025, perpustakaan UGM mencatat koleksi buku tercetak dan karya ilmiah mencapai lebih dari 800 ribu eksemplar, didukung koleksi elektronik yang jumlahnya mencapai ratusan ribu judul. Upaya ini menunjukkan komitmen perpustakaan dalam menyediakan sumber belajar yang lengkap dan mudah diakses di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.