Media Kampung, Palembang — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sumatera Selatan, Syafitri Irwan, mengungkapkan bahwa antusiasme dan persepsi positif masyarakat terhadap madrasah saat ini sangat tinggi. Ia menyebutkan bahwa daya tolak atau minat masuk di hampir setiap madrasah rata-rata telah melampaui angka 100 persen.
“Sekolah madrasah saat ini memiliki persepsi yang sangat luar biasa di tengah masyarakat. Daya tolak setiap madrasah hampir rata-rata di atas 100 persen,” ungkap Syafitri saat melantik Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kanwil Kemenag Sumsel, A. Elhiqny, pada Rabu, 15 Juli 2026.
Kepercayaan Publik terhadap Madrasah dan Pesantren
Syafitri menambahkan bahwa kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi madrasah dan pondok pesantren saat ini berada pada tingkat yang sangat baik. Menurutnya, hal ini menjadi momentum bagi Bidang Pendidikan Madrasah untuk segera menciptakan inovasi pelayanan yang selaras dengan harapan dan keinginan masyarakat.
“Untuk itu, Bidang Pendidikan Madrasah di bawah kepemimpinan Pak Hiqny dituntut untuk segera menciptakan inovasi pelayanan agar selaras dengan harapan dan keinginan masyarakat,” tegasnya.
Fokus pada Pendidikan Agama sebagai Keunggulan
Syafitri menekankan bahwa keunggulan utama madrasah terletak pada kontribusinya terhadap pendidikan agama. Ia meminta agar inovasi dan adaptasi teknologi di madrasah tetap bertumpu pada penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi utama.
“Harapan masyarakat terhadap madrasah ini memiliki nilai lebih dalam bidang pendidikan agama. Jadi, dasar pendidikan agama yang menjadi tumpuan harapan masyarakat tidak boleh berkurang, melainkan harus bertambah dan lebih maju,” tegasnya.
Pelantikan Kepala KUA dan Arahan Disiplin
Selain Kabid Penmad, Kakanwil juga melantik beberapa Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di lingkungan Kemenag Sumsel. Syafitri memberikan arahan tegas kepada para Kepala KUA yang baru dilantik, mengingatkan bahwa jabatan merupakan siklus karier yang lumrah, sehingga perpindahan tugas atau wilayah baru tidak boleh menyurutkan semangat kerja.
Ia menekankan bahwa indikator utama keberhasilan seorang Kepala KUA tercermin dari kedisiplinan dan cara kerjanya di tengah masyarakat. “Karenanya, saya meminta para Kepala KUA yang baru untuk menjadi motor penggerak kedisiplinan di satuan kerja masing-masing. Seluruh aparatur di KUA, mulai dari penghulu hingga penyuluh agama, harus aktif turun ke masyarakat memberikan pelayanan dan edukasi keagamaan secara nyata,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Syafitri berharap seluruh pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab demi peningkatan mutu pelayanan keagamaan dan pendidikan di Sumatera Selatan.






















Tinggalkan Balasan