Media Kampung, Bandarlampung — Pemandangan berbeda terlihat di sejumlah sekolah pada hari pertama masuk tahun ajaran baru. Jika biasanya gerbang sekolah didominasi kaum ibu, kali ini banyak bapak-bapak yang ikut mengantarkan anak-anak mereka.
Salah satunya Iwan, seorang ayah yang tampak telaten mendampingi buah hatinya ke Taman Kanak-Kanak (TK). Ia mengaku momen ini memicu perasaan campur aduk.
“Sangat bersemangat, karena ini pertama kalinya bagi saya. Ada perasaan haru, senang, semua campur aduk. Saya ingin memastikan langsung anak saya bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya,” ujar Iwan dengan raut bahagia.
Dukungan Kebijakan Pemerintah
Kehadiran aktif para ayah tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang semakin berpihak pada pengasuhan anak. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) memberikan kelonggaran atau dispensasi jam kerja bagi aparatur sipil negara untuk menemani anak di hari pertama sekolah.
“Tentu senang sekali karena dapat dukungan seperti itu. Kelonggaran jam kerja ini membuat kami para ayah tidak perlu cemas tertinggal pekerjaan di kantor demi memberikan dukungan penuh untuk mental anak di pagi hari,” ujar Iwan.
Dampak Positif bagi Anak
Fenomena keterlibatan ayah ini dinilai para pakar psikologi sangat positif untuk membangun rasa aman dan percaya diri pada anak saat memasuki fase transisi. Dengan sinergi antara kesadaran orang tua dan regulasi pemerintah, momen hari pertama sekolah diharapkan menjadi kenangan masa kecil yang indah dan suportif bagi generasi masa depan.























Tinggalkan Balasan