Media Kampung, Jambi — Pakar Ekonomi Universitas Jambi, Prof. Haryadi, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak. Ajakan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Pajak Nasional yang jatuh pada 14 Juli 2026.
Menurut Haryadi, pajak merupakan fondasi utama pembiayaan pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa kesadaran membayar pajak harus tumbuh dari pemahaman akan manfaat yang kembali ke masyarakat.
“Masyarakat perlu memahami bahwa pajak adalah kewajiban sebagai warga negara. Uang pajak akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan publik dan pembangunan,” ujarnya, Selasa 14 Juli 2026.
Ia juga meminta pemerintah terus memperbaiki tata kelola perpajakan agar semakin transparan dan akuntabel. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepatuhan sukarela.
“Kalau pemerintah mampu menunjukkan transparansi dan masyarakat memiliki kepercayaan, maka akan muncul kesadaran untuk membayar pajak tanpa harus dipaksa,” ucapnya.
Transparansi dan Pembaruan Data
Prof. Haryadi menekankan bahwa transparansi pengelolaan pajak dan pembaruan data wajib pajak secara berkelanjutan menjadi dua faktor utama untuk meningkatkan penerimaan negara. Kedua hal tersebut, menurutnya, harus berjalan beriringan agar sistem perpajakan semakin efektif.
Ia optimistis pembangunan nasional akan berjalan lebih baik apabila kepatuhan masyarakat dan tata kelola pemerintah dapat berjalan beriringan. “Kalau keduanya berjalan baik, pembangunan akan berlangsung lebih efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” pungkasnya.























Tinggalkan Balasan