Media Kampung, Surabaya — Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, secara rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) di berbagai lokasi strategis seperti Sentra Wisata Kuliner Tambak Wedi, Kawasan Wisata Religi Ampel, Jalan Tunjungan, dan kawasan kuliner malam Kedungdoro. Langkah ini bertujuan memastikan mekanisme kerja Pemerintah Kota Surabaya benar-benar dijalankan oleh seluruh perangkat daerah sesuai sistem yang telah terbentuk.
Eri menegaskan bahwa sidak bukan untuk membangun sistem baru, melainkan sebagai bentuk pengawasan agar budaya kerja yang telah dibangun dapat berjalan konsisten tanpa harus menunggu instruksi langsung dari wali kota. Ia berharap seluruh aparatur mampu menjalankan tugasnya secara mandiri dan disiplin.
Pengawasan dan Penegakan Disiplin Aparatur
Sidak yang dilakukan Eri Cahyadi juga menjadi alat ukur efektivitas kinerja perangkat daerah. Ia menilai temuan dugaan pungutan liar dan aktivitas parkir tanpa izin di beberapa lokasi menunjukkan bahwa pengawasan internal oleh perangkat daerah belum optimal. Menurutnya, persoalan tersebut harus dapat ditangani tanpa menunggu sidak dari wali kota.
“Sistem sudah berjalan, tapi kalau ada pungli atau parkir tanpa izin, itu menandakan pengawasan belum maksimal,” ujarnya. Oleh karena itu, Eri tidak segan melakukan pergantian pimpinan jika ada pejabat yang tidak mampu memastikan sistem berjalan sesuai ketentuan.
Konteks dan Implikasi
Eri Cahyadi menggarisbawahi bahwa kekuatan pemerintahan terletak pada birokrasi yang bekerja secara berkesinambungan, bukan semata pada figur wali kota yang memiliki masa jabatan terbatas. Dengan rutinnya sidak, diharapkan semua aparatur semakin disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya demi pelayanan publik yang lebih baik.
Langkah sidak secara langsung ini menjadi upaya nyata dalam meningkatkan kualitas pengawasan internal dan memperkuat tata kelola pemerintahan di Surabaya. Selain itu, hal ini juga diharapkan dapat meminimalisir praktik-praktik yang merugikan masyarakat seperti pungutan liar dan pelanggaran parkir.
Langkah Selanjutnya
Eri memastikan pengecekan lapangan akan terus dilakukan untuk menjaga konsistensi pelaksanaan sistem kerja. Ia menegaskan komitmennya untuk mengganti pimpinan perangkat daerah yang tidak menjalankan fungsi pengawasan secara baik, demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan efektif.






















Tinggalkan Balasan