Media Kampung, Perseteruan antara Elon Musk dan CEO OpenAI Sam Altman kembali memanas di media sosial X. Dalam serangkaian cuitan pada akhir pekan lalu, Musk melontarkan tuduhan keras bahwa Altman dan OpenAI telah mencuri teknologi telepon Apple setelah sebelumnya ‘mencuri’ organisasi AI nirlaba.
Kronologi Pertengkaran
Semuanya bermula ketika Musk merespons sebuah unggahan dengan menyebut Altman ‘membawa penipuan ke level baru’. Altman kemudian membalas dengan menyindir rencana Musk menjual pusat data luar angkasa dalam jangka pendek kepada investor pasar publik. Musk menjawab bahwa mereka akan mulai menerbangkan pusat data tersebut tahun depan dan menambahkan sindiran tentang izin pembebasan bersyarat Altman.
Musk kemudian melontarkan tuduhan: ‘Setelah mencuri sebuah badan amal AI sumber terbuka, Anda kemudian mencuri semua teknologi telepon Apple. Wow. Apa rencana Anda selanjutnya? Sulit untuk diatasi.’
Tudingan Badan Amal AI
Tudingan ‘mencuri badan amal AI’ merujuk pada gugatan Musk terhadap OpenAI sebelumnya. Musk menuduh Altman dan OpenAI melanggar kontrak nirlaba dengan beralih menjadi bisnis yang mencari untung, dan mengklaim telah ditipu untuk menyumbang 38 juta dolar di awal sejarah perusahaan. Namun, pada Juli 2026, pengadilan memutuskan bahwa undang-undang pembatasan mencegah putusan yang menguntungkan Musk.
Tudingan Pencurian Teknologi Apple
Adapun klaim tentang Apple, perusahaan tersebut telah mengajukan gugatan terhadap dua mantan karyawan yang kini bekerja untuk OpenAI. Apple menuduh salah satu mantan stafnya ‘secara sembunyi-sembunyi mengakses dan mengunduh puluhan file rahasia terkait perangkat keras Apple, termasuk informasi detail tentang produk yang belum dirilis, presentasi teknik, spesifikasi teknis, dan data proyek kepemilikan,’ sebelum menggunakan informasi itu untuk membantu OpenAI, di antara keluhan lainnya.
Gugatan Apple ini menjadi dasar tuduhan Musk bahwa OpenAI mencuri teknologi telepon Apple. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari OpenAI maupun Apple terkait perkembangan terbaru perseteruan ini.
Warganet pun ramai memberikan dukungan kepada masing-masing pihak, disertai berbagai tuduhan lain terhadap kedua tokoh teknologi tersebut. Keduanya tampaknya telah menghentikan saling serang untuk sementara, kemungkinan karena tim hukum mereka mengingatkan potensi risiko hukum dari perang urat syaraf di publik ini.






















Tinggalkan Balasan