Media Kampung, Sampang — Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Sampang mendorong penguasaan dan pendampingan bahasa isyarat yang terstruktur sebagai kunci membuka keterisolasian sosial penyandang disabilitas. Hal ini disampaikan Sekretaris PPDI Sampang, Nuriliyati, dalam program Ruang Disabilitas dan Inklusi RRI Sampang, Sabtu, 11 Juli 2026.

Menurut Nuriliyati, pemahaman masyarakat umum terhadap bahasa isyarat masih sangat minim sehingga menyulitkan penyandang disabilitas berinteraksi sehari-hari. PPDI berkomitmen mendampingi mereka agar memiliki kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi yang setara melalui bahasa isyarat.

Ia menekankan pentingnya kehadiran Juru Bahasa Isyarat (JBI) di berbagai instansi pemerintah dan fasilitas pelayanan publik di Kabupaten Sampang. Langkah ini dinilai penting agar penyandang disabilitas tidak mengalami diskriminasi atau hambatan saat mengakses layanan kesehatan, hukum, administrasi kependudukan, hingga sektor kedaruratan.

Dalam program pendampingannya, PPDI Sampang menerapkan metode pengajaran visual yang adaptif, termasuk mengintegrasikan bahasa isyarat ke dalam pendidikan keagamaan. Nuriliyati berharap program ini dapat memicu kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kebijakan untuk menciptakan lingkungan yang ramah disabilitas.