Media Kampung, Surabaya — Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 4 Surabaya kembali menggelar program mingguan Dialog Disabilitas pada Minggu, 12 Juli 2026 pagi. Edisi kali ini mengangkat topik “Ibuku Pahlawanku” untuk mengapresiasi peran ibu dari anak berkebutuhan khusus (ABK).
Narasumber yang hadir adalah Mira Dian, perwakilan Komisi Perlindungan Anak (KPA) Surabaya sekaligus terapis ABK berpengalaman. Ia menekankan bahwa ibu dari ABK bukan sekadar orang tua biasa, melainkan pahlawan nyata yang menghadapi tantangan fisik, mental, dan sosial setiap hari.
Mira menjelaskan, fase awal menerima kondisi anak sebagai ABK menjadi ujian terberat. Para ibu kerap berhadapan dengan stigma negatif dari lingkungan sekitar, bahkan dari keluarga besar. “Namun, kekuatan kasih sayang seorang ibu terbukti mampu mematahkan tembok keputusasaan, mengubah rasa duka menjadi energi positif untuk mencari solusi terapi dan pendidikan yang tepat bagi buah hati mereka,” ujarnya.
Sebagai psikolog dan terapis, Mira juga menyoroti pentingnya kesehatan mental bagi para ibu ABK. Ia mengingatkan bahwa ibu tidak bisa merawat anaknya secara optimal jika jiwanya rapuh. Oleh karena itu, KPA Surabaya terus mendorong penyediaan support system yang kuat, baik melalui komunitas sesama orang tua ABK maupun akses layanan konseling psikologis yang mudah dijangkau di Surabaya.
Dialog interaktif ini juga membahas sinergi antara peran ibu di rumah dengan penanganan terapis di lembaga formal. Menurut Mira, keberhasilan terapi ABK sangat bergantung pada konsistensi stimulasi yang dilakukan ibu di rumah. Ibu bertindak sebagai jembatan utama yang menerjemahkan program terapi ke dalam aktivitas sehari-hari agar anak bisa mandiri.
Dalam sesi tanya jawab bersama pendengar RRI Pro 4 Surabaya, terungkap banyak kisah haru dari para ibu yang membagikan perjuangan mereka. Menanggapi hal tersebut, KPA Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan kota yang ramah disabilitas, sehingga beban para ibu dapat berkurang melalui fasilitas umum dan sekolah inklusi yang semakin memadai.
Menutup dialog, Mira Dian memberikan pesan penguat bagi seluruh ibu yang berjuang mendampingi anak berkebutuhan khusus. Ia berpesan agar para ibu tetap bangga, tidak berkecil hati, dan terus melihat potensi sekecil apa pun yang dimiliki anak. “Perjuangan tulus yang penuh air mata dan peluh itulah yang menobatkan mereka sebagai pahlawan sejati di mata anak-anak mereka,” pungkasnya.






















Tinggalkan Balasan