Media Kampung, Singaraja — Ratusan tenaga pendidik di Kabupaten Buleleng mengikuti Workshop Mandiri Buleleng Excellent Teacher 2026 pada Sabtu, 11 Juli 2026, untuk meningkatkan kompetensi menghadapi perubahan dunia pendidikan di era digital. Kegiatan yang diselenggarakan ASTA Global ini menghadirkan tokoh pendidikan nasional Seto Mulyadi atau Kak Seto serta Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, sebagai narasumber utama.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menilai salah satu tantangan terbesar pendidikan saat ini adalah kesenjangan antara metode mengajar guru dan cara belajar murid. Generasi yang tumbuh sebagai digital native membutuhkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Jika kita masih mengajar dengan cara 10 tahun yang lalu, maka kita kehilangan murid kita. Saya menitipkan pesan kepada para guru agar menjadi pendidik yang melek digital namun tetap berakar pada budaya lokal Buleleng,” ujarnya.

Surya Bharata mendorong guru memanfaatkan teknologi seperti Canva, Quizizz, maupun kecerdasan buatan (AI) untuk membuat proses pembelajaran lebih menarik. Namun, pemanfaatan teknologi harus tetap disertai penanaman karakter, nilai budaya lokal, dan cinta tanah air kepada peserta didik. Selain itu, lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari perundungan juga menjadi perhatian. Menurutnya, kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin yang mengayomi sehingga murid dapat berkembang secara optimal, baik dari sisi akademik maupun mental.

Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, menekankan pentingnya penanaman karakter dan literasi digital sejak usia dini. Menurutnya, Generasi Alpha memiliki kemampuan berpikir kritis dan kecerdasan emosional yang perlu diarahkan melalui pendampingan yang tepat dari guru dan orang tua.

“Anak-anak Generasi Alpha memiliki kemampuan berpikir kritis dan emosional yang tinggi. Tugas kita, para pendidik dan orang tua, bukan sekadar melarang, tetapi membimbing mereka menggunakan teknologi dengan bijak. Kita harus memastikan mereka mengakses konten yang positif dan mampu mengelola emosi mereka dengan baik,” ujarnya.

Wardhany juga mengingatkan guru untuk memberikan contoh nyata dalam penggunaan gawai di lingkungan pendidikan. Saat proses pembelajaran berlangsung, tenaga pendidik diharapkan lebih fokus memberikan perhatian dan bimbingan langsung kepada siswa daripada sibuk menggunakan gawai untuk kepentingan pribadi.

Melalui Buleleng Excellent Teacher 2026, para guru diharapkan semakin inovatif dan mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan teknologi. Perubahan tersebut tetap harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan nilai budaya lokal agar kemajuan digital tidak mengurangi peran pendidikan dalam membentuk generasi masa depan.