Media Kampung, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Jumat (10/7/2026) setelah sentimen global mulai mereda. Analis memperkirakan IHSG bergerak di rentang 5.640–6.127.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta mengatakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan terbatas. Pada Kamis (9/7), IHSG ditutup naik 39,069 poin (0,67 persen) ke level 5.912,442.
“Berdasarkan indikator, Stochastics KD menunjukkan sinyal positif, volume mulai mengalami penguatan, namun RSI masih menunjukkan sinyal negatif,” ujar Nafan dalam keterangan resmi, Jumat (10/7).
Sentimen positif datang dari meredanya ketegangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran ingin mencapai kesepakatan. Pernyataan itu meningkatkan harapan konflik tidak meluas, sehingga investor kembali masuk ke aset berisiko. Koreksi harga minyak dunia juga membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan gangguan pasokan energi.
Meski demikian, pasar masih waspada terhadap potensi downgrade Indonesia oleh S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) ke status frontier market pada 2027 karena masalah transparansi dan likuiditas. Nafan memperkirakan IHSG bergerak dalam bullish consolidation dengan tingkat kewaspadaan tinggi.
Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham AMMN, DEWA, dan MBMA. Sementara itu, Pilarmas Sekuritas memproyeksikan IHSG menguat ke level 5.640–6.000. “Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 5.640–6.000,” tulis Pilarmas dalam keterangannya. Saham rekomendasi Pilarmas meliputi TINS, DEWA, dan VKTR.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.























Tinggalkan Balasan