Media Kampung, Suasana haru menyelimuti halaman Markas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bukittinggi, Senin (6/7/2026), saat digelar upacara bendera sekaligus prosesi Purna Bhakti Praja Wibawa. Kegiatan ini menjadi momen penghormatan terakhir bagi anggota Satpol PP yang telah menuntaskan masa pengabdiannya kepada negara dan masyarakat.
Upacara berlangsung khidmat. Seluruh jajaran Satpol PP memberikan penghormatan kepada para anggota purna bhakti sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas mereka selama menjalankan tugas. Momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan ungkapan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan demi terciptanya ketertiban dan ketenteraman masyarakat Kota Bukittinggi.
Dalam tradisi Satpol PP, Purna Bhakti Praja Wibawa merupakan penghormatan bagi personel yang telah mencapai batas usia pensiun atau menyelesaikan masa dinasnya. Prosesi biasanya dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan diisi dengan penyerahan piagam penghargaan, plakat, hingga cinderamata sebagai simbol penghormatan atas dedikasi selama bertahun-tahun. Di sejumlah daerah, pelepasan anggota purna tugas bahkan dilengkapi dengan tradisi Pedang Pora atau Gerbang Pora, sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum meninggalkan markas komando. Bagi pejabat struktural yang memasuki masa pensiun, prosesi juga disertai dengan serah terima jabatan agar estafet kepemimpinan tetap berjalan.
Bagi anggota Satpol PP, memasuki masa purna bhakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal perjalanan baru dalam kehidupan. Setelah bertahun-tahun mengabdikan diri sebagai garda terdepan penegakan Peraturan Daerah, mereka kini kembali ke tengah keluarga dengan membawa pengalaman, keteladanan, dan kebanggaan sebagai abdi negara. Sebagai Aparatur Sipil Negara, anggota yang memasuki masa pensiun berhak menerima berbagai hak kepegawaian, seperti dana pensiun, tali asih dari pemerintah daerah sesuai ketentuan, serta penyelesaian administrasi pensiun, termasuk penerbitan Surat Keputusan (SK) Pensiun.
Lebih dari sekadar pelepasan, upacara Purna Bhakti Praja Wibawa menjadi pengingat bahwa setiap pengabdian memiliki akhir, namun jasa dan keteladanan akan tetap dikenang. Di balik seragam cokelat yang kini perlahan ditanggalkan, tersimpan ribuan hari pengabdian, pengorbanan, dan kesetiaan menjaga marwah Kota Bukittinggi. Bagi keluarga besar Satpol PP Kota Bukittinggi, para anggota purna bhakti bukanlah sosok yang selesai bertugas, melainkan teladan yang telah mewariskan semangat disiplin, integritas, dan dedikasi kepada generasi penerus. Tepuk tangan yang mengiringi langkah terakhir mereka di lapangan upacara menjadi simbol penghormatan atas perjalanan panjang yang telah dipersembahkan untuk bangsa dan daerah.













