Media Kampung, Surabaya – Kalimat Bismillahirrahmanirrahim tidak sekadar ucapan pembuka aktivitas, melainkan harus diimplementasikan dalam sikap dan perilaku sehari-hari agar setiap langkah bernilai ibadah dan penuh keberkahan. Hal itu disampaikan Dai Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Surabaya, Ustad Mawahib Al Masyhady, dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Selasa (7/7/2026).
Menurut Ustad Mawahib, implementasi kalimat tersebut dapat dipahami melalui kandungan Surat Al-Fatihah yang memuat tiga nilai utama, yakni Bismillah, Ar-Rahman, dan Ar-Rahim. Ketiganya perlu dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. “Bismillahirrahmanirrahim sudah sangat familiar. Namun, yang perlu dipahami, kalimat ini tidak hanya diucapkan, tetapi juga harus diimplementasikan,” ujarnya.
Nilai Bismillah: Niat Lurus karena Allah
Nilai Bismillah mengajarkan umat Islam untuk memulai setiap aktivitas dengan niat yang lurus karena Allah SWT. Ketika niat dan tujuan berorientasi kepada Allah, seseorang akan lebih bertanggung jawab, jujur, dan amanah dalam menjalankan pekerjaan. “Bismillah mengajarkan kita memulai segala sesuatu karena Allah. Artinya, niat dan fokus kita adalah karena Allah,” jelasnya. Hal ini selaras dengan sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya” (HR. Bukhari No. 1 dan Muslim No. 1907).
Nilai Ar-Rahman: Kasih Sayang Universal
Nilai Ar-Rahman mengajarkan umat Islam untuk meneladani kasih sayang Allah SWT kepada seluruh makhluk. Implementasinya diwujudkan dengan bersikap penuh kasih kepada keluarga, pasangan, anak, kerabat, rekan kerja, tetangga, maupun masyarakat tanpa membedakan latar belakang. “Kalau Allah memiliki sifat Ar-Rahman, maka kita juga harus menjadi pribadi yang murah hati, penyayang, dan peduli kepada siapa pun,” kata Ustad Mawahib.
Nilai Ar-Rahim: Kasih Sayang Khusus bagi Mukmin
Sementara itu, nilai Ar-Rahim dimaknai sebagai kasih sayang Allah SWT yang diberikan secara khusus kepada hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Seorang muslim perlu menjaga hubungan dengan Allah melalui ibadah sekaligus memperkuat hubungan baik dengan sesama. “Ar-Rahim adalah kasih sayang Allah kepada orang-orang beriman. Cara menghidupkannya adalah menjaga hubungan dengan Allah melalui ibadah dan menjaga hubungan yang baik dengan sesama,” terangnya. Allah SWT juga menegaskan dalam Surat Al-Ahzab ayat 43 bahwa Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.
Ustad Mawahib berharap umat Islam tidak hanya menjadikan Bismillahirrahmanirrahim sebagai kalimat pembuka, tetapi juga pedoman hidup. Menurutnya, ketika setiap aktivitas diawali dengan niat karena Allah, dijalankan dengan semangat kasih sayang kepada sesama, serta diperkuat keimanan dan amal saleh, maka keberkahan akan hadir dalam setiap langkah kehidupan.






















Tinggalkan Balasan