Media Kampung – Surabaya – Sikap syukur dan sabar menjadi bekal utama bagi umat Islam dalam menjalani berbagai ujian kehidupan. Hal tersebut disampaikan Pimpinan Pesantren dan Panti Asuhan Mitra Arafah Surabaya, Ustazah Haniah, dalam program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Surabaya, Senin 29 Juni 2026.

Dalam tausiyahnya, Ustazah Haniah menjelaskan bahwa setiap manusia akan menghadapi kematian dan berbagai ujian selama hidup di dunia. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Anbiya ayat 35 yang menyatakan bahwa setiap yang bernyawa akan merasakan mati dan manusia akan diuji dengan keburukan maupun kebaikan sebelum kembali kepada Allah.

Menurutnya, ayat tersebut mengandung pesan bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan jembatan menuju kehidupan yang kekal. Selain itu, Allah juga menguji manusia melalui berbagai kondisi kehidupan.

“Ujian itu tidak selalu berupa kesulitan, kemiskinan, atau sakit. Kesehatan, rezeki, jabatan, dan kebahagiaan juga merupakan ujian dari Allah. Seseorang dinilai berhasil ketika mampu bersyukur saat mendapatkan nikmat dan bersabar ketika menghadapi kesulitan,” katanya.

Manfaat Syukur bagi Kehidupan Muslim

Ustazah Haniah menegaskan bahwa rasa syukur memiliki banyak manfaat. Salah satunya, Allah menjanjikan tambahan nikmat bagi orang-orang yang bersyukur sebagaimana disebutkan dalam Surat Ibrahim ayat 7.

“Allah berjanji akan menambah nikmat kepada orang yang bersyukur. Karena itu, syukur tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga menjadi jalan datangnya keberkahan dalam kehidupan,” ujarnya.

Selain itu, Surat Luqman ayat 12 menjelaskan bahwa manfaat syukur akan kembali kepada diri sendiri. Orang yang bersyukur juga memperoleh balasan dari Allah sebagaimana disebutkan dalam Surat Ali Imran ayat 145.

Ustazah Haniah menambahkan, Allah juga meridhai hamba-hamba yang bersyukur sebagaimana tercantum dalam Surat Az-Zumar ayat 7. Bahkan, rasa syukur menjadi salah satu sebab seseorang dijauhkan dari azab Allah.

Sabar sebagai Tanda Lulus Ujian

Di sisi lain, ia mengatakan bahwa tanda seseorang mampu melewati ujian berupa kesulitan adalah dengan bersabar. Ketika menghadapi musibah, umat Islam dianjurkan mengucapkan istirja, yakni kalimat “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun”.

“Ucapan tersebut mengingatkan bahwa kita berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Dengan kesadaran itu, seseorang dapat menerima ujian dengan lebih ikhlas,” jelasnya.

Menurut Ustazah Haniah, keikhlasan akan melahirkan kekuatan rohani yang besar dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk selalu berbaik sangka kepada Allah dan meyakini bahwa setiap kesulitan akan disertai kemudahan.

Ia mengingatkan bahwa sabar merupakan sikap yang mudah diucapkan, namun tidak mudah dijalankan. Karena itu, setiap muslim perlu memohon pertolongan Allah agar diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian.

Pesan tersebut juga sejalan dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa urusan seorang mukmin selalu mendatangkan kebaikan. Ketika memperoleh nikmat ia bersyukur, dan ketika ditimpa musibah ia bersabar.

“Kita perlu terus meminta kepada Allah agar diberi kesabaran, karena sabar memang mudah diucapkan tetapi membutuhkan pertolongan Allah untuk melaksanakannya,” kata Ustazah Haniah menutup tausiyahnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.