Media Kampung, Sinar Mas Agribusiness and Food meraih Partnership for Action Against Child Labour in Agriculture (PAACLA) Award 2026 pada kategori Perusahaan Nasional dengan Afiliasi Perusahaan Multinasional. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas komitmen perusahaan dalam mendukung pemenuhan hak anak melalui inisiatif Sawit Indonesia Ramah Anak (SIRA).
Program SIRA bertujuan menciptakan lingkungan perkebunan yang aman dan ramah bagi anak serta mencegah risiko keterlibatan anak dalam aktivitas kerja di sektor perkebunan. Sinar Mas Agribusiness and Food memiliki kebijakan yang melarang pekerja anak dan menerapkan pendekatan tanpa toleransi terhadap mempekerjakan individu di bawah usia 18 tahun. Komitmen ini didukung melalui verifikasi identitas pekerja serta upaya meningkatkan pemahaman mengenai risiko pekerja anak di kalangan mitra rantai pasok, sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap praktik ketenagakerjaan yang bertanggung jawab, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan keberlanjutan operasional bisnis.
Selain memastikan tidak adanya pekerja anak, perusahaan juga berupaya memenuhi hak dasar anak dan mendukung kesejahteraan keluarga pekerja melalui penyediaan layanan kesehatan dasar, dukungan akses pendidikan di sekitar wilayah operasional, perlindungan bagi pekerja perempuan hamil dan menyusui, serta penyediaan Balai Penitipan Anak (BPA) bagi keluarga pekerja. Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam membangun industri kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
Anita Neville, Chief Sustainability Communications Officer Sinar Mas Agribusiness and Food, menyatakan bahwa penghargaan ini mendorong perusahaan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung kesejahteraan dan tumbuh kembang anak. “Menciptakan kesempatan bagi anak untuk belajar, berkembang, dan meraih potensi terbaiknya merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan komitmen jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan. Kami meyakini bahwa dampak yang berkelanjutan dapat dicapai melalui aksi kolektif, dan kami tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan para mitra dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Melalui sekolah yang dikelola bersama Eka Tjipta Foundation (ETF), Sinar Mas Agribusiness and Food berupaya memastikan anak-anak di sekitar wilayah operasional memperoleh akses terhadap pendidikan yang berkualitas serta ruang untuk mengembangkan potensi mereka. Evelyn Widjaja, Division Head Education ETF, menegaskan bahwa di sektor perkebunan, pencegahan pekerja anak tidak dapat dilakukan hanya melalui pelarangan, tetapi memerlukan pendekatan yang menyeluruh agar setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. “Pendidikan memegang peranan penting mewujudkan hal tersebut,” ungkapnya.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan anak secara aktif. Dalam rangka memperingati Hari Menentang Pekerja Anak Sedunia yang digagas International Labour Organization (ILO), Sinar Mas Agribusiness and Food bersama PAACLA menyelenggarakan rangkaian Hari Anak Nasional pada 10-11 Juni 2026 bertema “Suara Masa Depan, Setiap Anak Berarti”. Kegiatan yang dilaksanakan di SMP Eka Tjipta Katayang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, ini melibatkan 50 siswa-siswi sebagai ruang partisipatif yang aman dan inklusif untuk mendorong pemahaman, empati, serta kesadaran mengenai hak-hak anak, yaitu Hak Hidup, Hak Tumbuh Kembang, Hak Perlindungan, Hak Humanis Keberagaman, dan Hak Partisipasi. Dalam Hak Tumbuh Kembang, psikolog dari Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei memberikan edukasi kepada anak mengenai batasan privasi tubuh, pentingnya menjaga diri, serta cara mengenali dan mencegah risiko eksploitasi.
Kepala Sekolah SMP Eka Tjipta Katayang, Danang Yudianto Wijaya, mengapresiasi kolaborasi ini karena memberikan ruang yang aman dan bermakna bagi anak untuk berkembang. “Melibatkan anak secara aktif dalam proses belajar dan berekspresi merupakan bagian penting dalam membangun karakter, empati, dan kemampuan berpikir kritis,” ungkapnya.
Program Manager PAACLA, Misran Lubis, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam perlindungan anak di sektor pertanian melalui penerapan Prinsip-Prinsip Bisnis dan Hak Anak (Children’s Rights and Business Principles/CRBP) yang diluncurkan oleh UNICEF dan Global Compact. “Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, belajar, dan menyampaikan aspirasinya. Komitmen perlindungan anak yang diterapkan secara konsisten tidak hanya mendukung terciptanya sumber daya manusia yang unggul, tetapi juga memperkuat keberlanjutan dan daya saing industri sawit Indonesia di tingkat global,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara perusahaan, sekolah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, upaya perlindungan anak di sektor perkebunan diharapkan dapat terus diperkuat. Langkah ini tidak hanya mendukung tumbuh kembang anak, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya lingkungan kerja dan komunitas yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang.























Tinggalkan Balasan