Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk memutus rantai pekerja anak di sektor perkebunan kelapa sawit melalui Deklarasi Komitmen Bersama Menuju Industri Sawit Bebas Pekerja Anak. Acara penandatanganan digelar di Aula Bank Kalbar Cabang Kubu Raya pada Selasa (26/2026) dan dirangkai dengan Rapat Koordinasi Penanggulangan Pekerja Anak di Sektor Pertanian dan Perkebunan.
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, yang membuka rapat koordinasi tersebut menegaskan bahwa penghapusan pekerja anak tidak cukup hanya melalui larangan atau penegakan aturan. Menurutnya, persoalan ini harus diselesaikan dari akar masalah agar anak-anak bisa memperoleh hak tumbuh dan berkembang secara layak.
“Hari ini kita membuka rapat koordinasi agar anak tidak terlibat menjadi pekerja sawit,” ujar Sukiryanto. Ia mengungkapkan, keterlibatan anak dalam pekerjaan kerap dipengaruhi faktor ekonomi keluarga. Karena itu, pendekatan yang dilakukan harus mengedepankan pembinaan, edukasi, dan pemberdayaan.
“Kita membantu menyosialisasikan bahwa anak-anak di bawah umur tidak boleh bekerja, tetapi kita juga harus mencari akar masalahnya,” tuturnya. Sukiryanto menambahkan, kondisi ekonomi sering kali menjadi alasan anak terpaksa masuk ke dunia kerja sehingga membutuhkan perhatian bersama.
Menurutnya, perlindungan anak bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Kubu Raya. Ia berharap perusahaan tidak hanya fokus pada aktivitas usaha, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab sosial nyata kepada masyarakat sekitar.
“Perusahaan tidak cukup hanya menjalankan aktivitas bisnis, tetapi juga perlu menunjukkan tanggung jawab sosial yang nyata kepada masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya,” ucap Sukiryanto.
Selain isu pekerja anak, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang transparan dan tepat sasaran. Menurutnya, pemerintah daerah perlu dilibatkan dalam pengawasan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




