Media Kampung – Peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak setiap 12 Juni kembali mengingatkan bahwa pekerja anak masih menjadi tantangan global yang belum terselesaikan. Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) bersama UNICEF mencatat sekitar 138 juta anak di dunia masih terlibat dalam pekerja anak pada tahun 2024.

Dari jumlah tersebut, hampir 54 juta anak berada dalam pekerjaan berbahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan mereka. Sektor pertanian menjadi yang paling banyak melibatkan pekerja anak, yaitu sekitar 61 persen dari total pekerja anak global. Sektor jasa dan industri menyusul di belakangnya.

ILO dan UNICEF menekankan bahwa di balik angka-angka tersebut terdapat anak-anak yang seharusnya belajar, bermain, dan tumbuh dengan aman. Kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, dan perlindungan sosial yang belum merata menjadi faktor utama yang mendorong pekerja anak.

Meskipun jumlah pekerja anak berkurang lebih dari 20 juta anak dibandingkan empat tahun sebelumnya, kemajuan ini dinilai belum cukup. ILO dan UNICEF dalam laporan bersama mereka menulis bahwa dunia harus bergerak lebih cepat untuk mengakhiri pekerja anak secara menyeluruh.

Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) masih mencatat adanya anak usia 5 hingga 17 tahun yang bekerja. Data ini menjadi indikator penting dalam menyusun kebijakan perlindungan anak. Pemerintah Indonesia telah menyusun Peta Jalan Indonesia Bebas Pekerja Anak 2045 sebagai komitmen untuk menghapus pekerja anak secara bertahap.

Program tersebut mencakup peningkatan akses pendidikan, perlindungan sosial bagi keluarga rentan, serta penguatan pengawasan ketenagakerjaan. Peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa penghapusan pekerja anak memerlukan dukungan dari masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya.

Setiap anak berhak memperoleh haknya untuk belajar, bermain, dan berkembang secara optimal tanpa harus kehilangan masa kanak-kanaknya karena tuntutan bekerja. Upaya bersama diharapkan dapat mempercepat tercapainya target penghapusan pekerja anak secara global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.