Media Kampung, Perusahaan teknologi kuantum asal Finlandia, IQM, berhasil memenangkan tender untuk menyediakan komputer kuantum bagi pabrik AI Lumi di Kajaani, Finlandia Timur. Proyek yang diberi nama Lumi-IQ ini memiliki anggaran 40 juta euro, dengan porsi IQM sebesar 33 juta euro. Pesanan ini merupakan yang terbesar kedua dalam sejarah IQM dan melampaui total pendapatan perusahaan tahun lalu yang mencapai sekitar 31 juta euro.
IQM baru saja menjadi perusahaan kuantum Eropa pertama yang tercatat di bursa efek New York pekan lalu. Pabrik AI Lumi di Kajaani merupakan fasilitas terbesar di Uni Eropa yang menggabungkan komputasi berkinerja tinggi, komputasi kuantum, dan kecerdasan buatan. Fasilitas ini dioperasikan oleh CSC – IT Center for Science, yang dimiliki oleh negara Finlandia dan sejumlah universitas.
Direktur Sains dan Teknologi CSC, Pekka Manninen, menyatakan bahwa superkomputer dari IQM akan digunakan untuk mencari aplikasi di mana komputasi kuantum lebih efisien daripada superkomputer konvensional. Namun, ia mengakui bahwa manfaat nyata komputasi kuantum—di mana ia lebih efisien daripada superkomputer biasa—belum sepenuhnya terbukti.
Superkomputer baru ini akan melengkapi superkomputer lain bernama Lumi AI yang diperkirakan menelan biaya 390 juta euro. Pengumuman pemasok perangkat tersebut diharapkan segera dirilis. Lumi-AI dan Lumi-IQ akan bergabung dengan superkomputer Lumi dan Roihu yang sudah ada di pabrik AI tersebut. Instalasi peralatan baru direncanakan mulai musim panas mendatang, dengan operasi dimulai pada akhir 2027.
Dalam perkembangan lain, tim ilmuwan dari Oak Ridge National Laboratory, Cleveland Clinic, dan IBM berhasil menghitung sembilan konfigurasi molekul dari material yang menjanjikan untuk menghasilkan bahan bakar fusi. Ini adalah pertama kalinya perhitungan semacam itu dilakukan pada komputer kuantum. Hasil penelitian yang dipublikasikan di arXiv ini merupakan langkah fundamental untuk mengoptimalkan produksi dan ekstraksi tritium—material yang sangat langka di alam dan diperlukan untuk menghasilkan energi fusi.
Komputer kuantum dinilai sangat cocok untuk menghitung kimia tingkat atom dari garam cair yang mengandung fluorin, litium, dan berilium (FLiBe), salah satu kandidat utama untuk mengekstrak bahan bakar tritium di reaktor fusi. Tim menggunakan teknik superkomputasi yang berpusat pada kuantum yang sama dengan yang kini diterapkan pada simulasi protein 12.635 atom di Cleveland Clinic.
Tom Beck, kepala bagian Science Engagement di ORNL, mengatakan bahwa tim yang terdiri dari para ahli di tujuh laboratorium nasional DOE, empat universitas, tiga mitra industri, dan Cleveland Clinic dibentuk untuk mengoptimalkan produksi tritium. Sementara itu, Jerry Chow, CTO Quantum-centric Supercomputing di IBM, menambahkan bahwa hasil ini menambah bukti bahwa superkomputasi yang berpusat pada kuantum kini menjadi alat ilmiah yang praktis untuk masalah yang selama ini menantang para kimiawan, insinyur, dan ilmuwan material.






















Tinggalkan Balasan