Media Kampung – CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan keyakinannya bahwa chip AI terbaru Nvidia, Vera Rubin, akan langsung diadopsi oleh semua perusahaan model frontier AI sejak awal peluncurannya. Pernyataan ini muncul dalam panggilan laporan keuangan kuartal pertama 2027 Nvidia, yang menunjukkan optimisme tinggi terhadap masa depan teknologi kecerdasan buatan.
Huang menegaskan bahwa Vera Rubin akan melampaui kesuksesan pendahulunya, Grace Blackwell, yang sebelumnya digunakan dalam produk Nvidia. “Setiap perusahaan model frontier akan langsung menggunakan Vera Rubin sejak awal, sesuatu yang tidak terjadi pada Blackwell,” ujarnya. Chip ini diklaim memiliki kapasitas komputasi 100 kali lebih besar dibandingkan Grace Blackwell, dengan lebih dari enam triliun transistor yang mendukung operasionalnya.
Vera Rubin dikembangkan khusus sebagai chip superkomputer AI yang mampu menghasilkan 100 petaflops dalam komputasi mentah. Hal ini menempatkannya jauh di atas GPU gaming Nvidia RTX 5090 yang menggunakan mikroarsitektur Blackwell dan hanya memiliki seperenam dari jumlah transistor Vera Rubin.
Selain itu, Huang juga menyoroti peningkatan pangsa pasar Nvidia dalam segmen inferensi AI serta kemitraan strategis dengan perusahaan seperti Anthropic. Ia menyebut bahwa Nvidia telah bekerjasama dengan Anthropic untuk menjamin kapasitas komputasi melalui platform cloud seperti Azure, AWS, dan CoreWeave, yang semakin memperkuat posisi Nvidia dalam ekosistem AI yang berkembang pesat.
Permintaan infrastruktur AI disebut Huang terus meningkat dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menambahkan bahwa pembangunan fasilitas AI juga semakin pesat, menandakan nilai infrastruktur Nvidia dalam bidang AI yang kian meningkat. Meski antusiasme ini menguatkan posisi Nvidia, Huang juga menyadari bahwa jika pertumbuhan melambat, harga saham perusahaan bisa mengalami tekanan.
Beberapa analis di luar Nvidia memberikan pandangan berbeda mengenai masa depan industri AI, menunjukkan bahwa meskipun Nvidia optimistis, arah perkembangan teknologi ini masih memiliki banyak ketidakpastian. Namun, bagi Nvidia, kehadiran Vera Rubin dan dukungan dari berbagai mitra AI menjadi tanda bahwa perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan dominasinya dalam pasar hardware AI.
Dengan segala potensi yang dimiliki Vera Rubin, Nvidia menegaskan komitmennya untuk memperluas pengaruhnya di ranah kecerdasan buatan, sekaligus mempersiapkan infrastruktur yang mendukung percepatan adopsi AI secara global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan