Media Kampung – Gerakan lingkungan yang digagas Yayasan Ibadurrahman (YA Ibad) mendapatkan pengakuan internasional. Sarasehan Nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mereka selenggarakan kini tercatat dalam peta resmi kegiatan global World Environment Day (WED) 2026 yang dikoordinasikan oleh United Nations Environment Programme (UNEP).

Program ini masuk dalam kampanye NowForClimate, sebuah inisiatif UNEP untuk mendorong aksi iklim dari berbagai komunitas di seluruh dunia. Ketua Umum YA Ibad Pusat, Tofit Yono, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sekaligus implementasi nilai-nilai keagamaan.

“Menjaga alam merupakan wujud tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Melalui gerakan ini, kami ingin menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ibadah nyata dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Tofit pada Kamis, 11 Juni 2026.

Sarasehan yang digelar secara daring ini diikuti oleh jamaah dan pengurus YA Ibad dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam forum tersebut, peserta mempresentasikan berbagai aksi lingkungan yang telah dilakukan melalui gerakan Ramah Bumi, seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, pembuatan biopori, edukasi eco-enzyme, hingga kegiatan pelestarian lingkungan lainnya.

Ketua YA Ibad Research Center (YRC), Retno Hastijanti, menekankan bahwa aksi iklim harus dimulai dari komunitas. “Setiap pohon yang ditanam dan setiap sampah yang berhasil dikelola merupakan sinyal bahwa masyarakat siap berkontribusi untuk masa depan yang lebih berkelanjutan,” katanya.

Menurut Retno, pengakuan dari UNEP ini menunjukkan bahwa aksi-aksi lokal yang dilakukan masyarakat Indonesia dapat menjadi bagian dari gerakan global menghadapi perubahan iklim. Selain sarasehan, kegiatan juga diisi dengan pemutaran film dokumenter yang menampilkan berbagai aksi lingkungan dari cabang-cabang YA Ibad di seluruh Indonesia.

YA Ibad berharap gerakan Ramah Bumi terus berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mendorong masyarakat menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan menghadapi perubahan iklim.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.