Media Kampung – LPBI PBNU menekankan pentingnya tindakan konkret pemerintah dalam mengatasi krisis iklim pada momentum Hari Bumi, menyoroti kebutuhan aksi berkelanjutan demi masa depan bumi.

Hari Bumi diperingati setiap 22 April sebagai panggilan global untuk melindungi lingkungan, mengingat peningkatan suhu dan bencana alam yang melanda Indonesia.

Lembaga Pengkajian Batin Islam (LPBI) PBNU berperan sebagai konsultan moral bagi pemerintah, mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan upaya pelestarian alam.

LPBI PBNU mengkritik lemahnya implementasi kebijakan lingkungan, menyebut banyak regulasi masih bersifat normatif tanpa pengawasan efektif.

Beberapa kebijakan seperti Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dan program penghijauan belum terwujud sepenuhnya di tingkat daerah.

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat peningkatan suhu rata-rata 0,6°C dalam satu dekade terakhir, disertai frekuensi kebakaran hutan yang meningkat.

“Pemerintah harus memperkuat penegakan hukum dan menyediakan insentif bagi energi terbarukan,” kata Dr. Ahmad Fauzi, juru bicara LPBI PBNU, pada konferensi pers 20 April 2024.

Seruan tersebut menuntut pemerintah mengoptimalkan regulasi, mempercepat perizinan proyek energi bersih, serta meningkatkan transparansi alokasi anggaran.

Indonesia telah menandatangani Perjanjian Paris dengan target penurunan emisi 29% pada 2030, namun realisasi kebijakan masih terhambat oleh birokrasi.

Contoh sukses dari negara tetangga, seperti Filipina yang mengadopsi program energi surya skala rumah tangga, dapat menjadi referensi bagi Indonesia.

Investasi dalam tenaga surya, angin, dan biomassa diperkirakan dapat menurunkan emisi nasional hingga 15% dalam lima tahun ke depan.

LPBI PBNU juga mengajak masyarakat mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memanfaatkan transportasi umum.

Program edukasi lingkungan di sekolah-sekolah, yang diprakarsai oleh dewan dakwah, telah melibatkan lebih dari 200 ribu pelajar sejak awal tahun.

Nilai-nilai keislaman menekankan tanggung jawab manusia sebagai khalifah bumi, menjadikan pelestarian alam sebagai ibadah kolektif.

LPBI PBNU sebelumnya mengeluarkan pernyataan pada Hari Lingkungan Hidup Nasional 2023, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat.

Berbagai kegiatan Hari Bumi 2024, termasuk penanaman pohon di 30 kota, akan dilaksanakan pada 22 April mendatang.

Pemerintah belum memberikan respons resmi terhadap rekomendasi LPBI PBNU, menimbulkan kekhawatiran atas kelanjutan kebijakan.

Catatan BMKG tahun 2023 menunjukkan peningkatan intensitas gelombang panas di wilayah Jawa dan Sumatra, memperparah risiko kesehatan publik.

Implementasi kebijakan lingkungan masih terfragmentasi, dengan koordinasi antar kementerian yang belum optimal.

Dengan tekanan publik yang semakin kuat, LPBI PBNU berharap pemerintah mempercepat langkah konkrit demi menjaga keseimbangan ekosistem menjelang Hari Bumi berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.