Media Kampung – Fatayat NU DKI menegaskan pentingnya perempuan melek teknologi sebagai langkah strategis untuk tetap istiqamah dalam perjuangan sosial dan keagamaan, khususnya di era digital yang menawarkan kemudahan akses informasi. Gerakan ini diharapkan memperkuat peran perempuan dalam pembangunan masyarakat.
Pada tanggal 20 April 2024, Fatayat NU DKI menggelar pertemuan di Masjid Al‑Ikhlas, Jakarta, yang dihadiri lebih dari seratus perempuan dari berbagai latar belakang. Acara tersebut dipandu oleh Ketua Fatayat, Siti Nurhaliza, yang menekankan pentingnya literasi digital.
‘Kartini masa kini harus mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan dakwah dan pemberdayaan ekonomi,’ ujar Siti Nurhaliza dalam sambutan pembukaan.
Fatayat NU DKI meluncurkan serangkaian pelatihan gratis berupa kursus dasar komputer, media sosial, dan e‑commerce yang berlangsung selama enam minggu, dengan modul yang disesuaikan untuk pemula.
Ibu Rina, 32 tahun, seorang penjual kue tradisional, berhasil meningkatkan penjualan hingga 40 persen setelah belajar mengelola toko online melalui pelatihan tersebut.
Pemanfaatan teknologi tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga mempermudah akses pendidikan, layanan kesehatan, dan partisipasi dalam forum keagamaan secara virtual.
Inisiatif ini sejalan dengan program Nasional Literasi Digital 2025 yang dicanangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika, menargetkan 80 persen penduduk terampil digital pada tahun 2025.
Meskipun antusiasme tinggi, hambatan seperti keterbatasan perangkat, biaya data, dan rendahnya kepercayaan diri masih menjadi kendala utama bagi sebagian perempuan.
Fatayat mengajak seluruh organisasi perempuan, lembaga keagamaan, serta sektor swasta untuk berkolaborasi menyediakan akses perangkat dan subsidi data guna mempercepat inklusi digital.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan dukungan dengan menambah anggaran bagi pusat pelatihan keterampilan digital di wilayah permukiman padat penduduk.
Hingga akhir April 2024, lebih dari 300 perempuan telah menyelesaikan fase pertama pelatihan, dan Fatayat berencana meluncurkan modul lanjutan tentang keamanan siber pada Mei mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan