Media Kampung – Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah Tan kian memanas pasca perceraian. Polemik terbaru mencakup klaim nafkah anak, pembiayaan rumah, hingga keterlibatan anak-anak dalam siaran langsung TikTok yang menuai kritik psikolog.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, angkat bicara terkait ketiadaan nominal pasti nafkah anak dalam putusan cerai. Menurut Minola, Sarwendah tidak pernah hadir dalam sidang mediasi, sehingga putusan dijatuhkan secara verstek (tanpa kehadiran terdakwa) dan tidak ada banding. Akibatnya, besaran nafkah anak tidak dirinci secara spesifik. Namun, Ruben Onsu tetap bersedia menafkahi ketiga anaknya yang hak asuhnya jatuh ke tangan Sarwendah.

Baca juga:

Di sisi lain, Ruben Onsu membantah klaim Sarwendah yang menyebut dirinya membiayai sendiri perlengkapan rumah di Cilandak. Minola membeberkan bukti transfer senilai Rp3 miliar untuk pembelian furniture, Rp504 juta untuk pemasangan lift, dan Rp400 juta untuk pendingin ruangan (AC). Semua pembayaran itu disebut dilakukan oleh Ruben Onsu.

Tak hanya soal materi, konflik juga merambah ke ranah perlindungan anak. Psikolog Rahma Kusuma Fitri menyoroti keterlibatan anak-anak Sarwendah dalam siaran langsung TikTok. Ia menilai paparan komentar negatif warganet tentang orang tua dapat mengganggu pembentukan identitas diri anak dan berdampak buruk pada kesehatan mental jangka panjang. Pakar hukum Nomad juga menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak karena anak masih di bawah umur.

Baca juga:

Di tengah memanasnya situasi, Ruben Onsu menyindir alasan Sarwendah pindah rumah. Sarwendah mengaku ingin hidup lebih tenang, namun Ruben berkomentar, “Antara nyaman sama main aman kan beda tipis ya.”

Perebutan hak asuh anak dan masalah nafkah masih menjadi isu utama yang belum menemukan titik terang. Publik pun menunggu langkah selanjutnya dari kedua belah pihak.

Baca juga: