Media Kampung – Umat Muslim di Indonesia tengah menjalankan puasa Dzulhijjah pada 18 Mei 2026, sebagai bagian dari ibadah sunnah di bulan terakhir dalam kalender Hijriah. Saat berbuka puasa, umat Islam dianjurkan membaca doa khusus yang memiliki keutamaan dan makna mendalam. Doa buka puasa Dzulhijjah ini menjadi ungkapan rasa syukur setelah menahan lapar dan dahaga sepanjang hari.
Pelaksanaan puasa Dzulhijjah sendiri mengikuti jadwal resmi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia berdasarkan hasil rukyatul hilal. Pada 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah bertepatan dengan tanggal 18 Mei 2026 Masehi, umat Muslim mulai melaksanakan puasa sunnah yang dianjurkan selama sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Ibadah ini memiliki nilai pahala yang luar biasa, sebagaimana disampaikan dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa tidak ada hari yang lebih dicintai Allah untuk beribadah selain sepuluh hari awal Dzulhijjah.
Dalam membaca doa berbuka puasa Dzulhijjah, terdapat beberapa versi yang berasal dari riwayat sahabat Nabi. Doa yang paling popular di tengah masyarakat adalah lafaz ‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika aftartu’ yang bermakna bahwa puasa dilakukan hanya karena Allah dan berbuka pun atas rezeki yang diberikan-Nya. Meski sanad doa ini dinilai dhaif oleh beberapa ulama, seperti Ustaz Adi Hidayat, doa tersebut tetap diamalkan karena tidak bertentangan dengan prinsip Islam dan mengandung makna syukur yang kuat.
Selain itu, doa berbuka puasa yang diriwayatkan dari Ibnu Umar juga banyak dibaca, yaitu, ‘Dzahaba azh-zhaama’u wabtallati al-‘uruqu, wa tsabata al-ajru in syaa Allah’, yang artinya rasa haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala puasa telah pasti, insya Allah. Doa ini biasanya dilafalkan segera setelah membatalkan puasa sebagai bentuk penguatan iman dan harapan atas pahala yang diterima dari Allah SWT.
Waktu yang tepat untuk membaca doa buka puasa Dzulhijjah adalah saat matahari mulai terbenam, menandai waktu berbuka puasa setelah seharian menahan lapar dan haus. Berdoa pada momen ini juga merupakan sunnah yang dianjurkan agar ibadah puasa menjadi sempurna dan mendapatkan keberkahan.
Puasa Dzulhijjah sendiri merupakan ibadah sunnah yang memiliki berbagai keutamaan, terutama pada hari-hari menjelang Idul Adha. Selain sebagai bentuk penghambaan kepada Allah, puasa ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan membersihkan hati. Dengan melengkapi puasa dengan bacaan doa yang sesuai sunnah, umat Muslim dapat merasakan kedekatan spiritual yang lebih dalam selama menjalankan ibadah bulan ini.
Pelaksanaan puasa dan doa buka puasa Dzulhijjah di tahun 2026 ini menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan serta mendapatkan pahala ganda. Pemerintah melalui Kementerian Agama terus mendorong masyarakat untuk menjaga kesucian ibadah dengan mengikuti jadwal dan tata cara yang telah ditetapkan secara resmi.
Dengan memahami dan mengamalkan doa buka puasa Dzulhijjah yang tepat, diharapkan setiap umat Muslim dapat menutup puasanya dengan penuh rasa syukur dan harapan agar segala amal diterima oleh Allah SWT. Pada akhirnya, ibadah ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta di bulan yang penuh berkah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan