Media Kampung – Bulan Zulhijah dianggap sebagai salah satu bulan paling mulia dalam kalender Islam, di mana umat Muslim dianjurkan meningkatkan ibadah dan zikir, terutama pada sepuluh hari pertama bulan tersebut. Keistimewaan ini menjadikan momen tersebut sebagai waktu yang tepat untuk memperbanyak amalan saleh sebagai wujud pengabdian kepada Allah SWT.
Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menegaskan anjuran memperbanyak zikir selama sepuluh hari pertama Zulhijah, dengan puncak keutamaan pada Hari Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Zulhijah. Pada hari ini, jemaah haji melaksanakan wukuf sebagai bagian dari ibadah haji, sementara umat yang tidak menunaikan haji dianjurkan menjalankan puasa Arafah sebagai amalan yang mendatangkan pengampunan dosa selama dua tahun.
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tidak ada hari lebih agung di sisi Allah dibanding sepuluh hari pertama Zulhijah” (HR Ahmad), yang menunjukkan keistimewaan waktu tersebut. Umat Islam disarankan memperbanyak tahlil, takbir, dan tahmid selama masa ini sebagai bentuk penghambaan dan pengingat akan kebesaran Allah SWT.
Hari Raya Iduladha yang jatuh pada tanggal 10 Zulhijah menjadi momentum penting di mana umat Islam melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai simbol keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Amalan kurban ini juga menjadi sarana mempererat solidaritas sosial melalui pembagian daging kepada mereka yang membutuhkan.
Setelah Iduladha, terdapat hari-hari Tasyrik yang berlangsung selama tiga hari, yakni 11 sampai 13 Zulhijah. Pada masa ini, umat Islam dilarang berpuasa sunah dan dianjurkan memperbanyak zikir serta mengumandangkan takbir sebagai bagian dari perayaan Iduladha. Rasulullah SAW menyatakan bahwa hari-hari tersebut adalah waktu untuk makan dan minum, menandai suasana kebahagiaan dan kehangatan bersama keluarga dan sesama.
Bulan Zulhijah juga menjadi saat pelaksanaan ibadah haji yang menyatukan jutaan Muslim dari seluruh dunia di Tanah Suci. Ibadah ini menggambarkan persatuan tanpa membedakan latar belakang, dengan seluruh jemaah mengenakan pakaian ihram sebagai simbol kesetaraan di hadapan Allah SWT.
Di samping itu, Zulhijah merupakan bulan terakhir dalam kalender Hijriah yang mendorong umat Islam melakukan evaluasi diri atau muhasabah atas segala perbuatan selama setahun. Hal ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki kualitas ibadah dan memperbanyak amal baik sebelum memasuki tahun baru Islam.
Keistimewaan amalan dalam sepuluh hari pertama Zulhijah dan keenam hari istimewa lainnya tersebut menegaskan pentingnya momen ini sebagai waktu penuh berkah untuk memperdalam keimanan dan memperkuat ikatan sosial antar umat Muslim.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan