Media Kampung – Muhammadiyah Australia dorong kolaborasi dan pengembangan amal usaha di luar negeri melalui agenda silaturahmi halalbihalal yang digelar pada 15 April 2026 di Konsulat Jenderal Republik Indonesia, Melbourne. Acara ini dihadiri oleh pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Australia, pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah Australia, serta perwakilan komunitas Muslim di Australia.

Pertemuan berlangsung di ruang pertemuan Konsulat dengan suasana hangat dan penuh keakraban, menandai upaya memperkuat jaringan diaspora Indonesia di kawasan Oceania. Kehadiran para kader, simpatisan, dan staf akademik Muhammadiyah Australia College menambah dinamika diskusi.

Agenda utama menekankan pentingnya sinergi antara organisasi keagamaan dan lembaga pendidikan dalam menggerakkan proyek sosial dan ekonomi. Para peserta sepakat untuk mengidentifikasi peluang usaha yang bersifat amal sekaligus berkelanjutan.

Ketua Cabang Istimewa Muhammadiyah Australia, Ustadz Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas organisasi dapat memperluas dampak sosial di luar negeri. Ia menambahkan, “Kami ingin menciptakan ekosistem yang mendukung pemberdayaan ekonomi umat sekaligus menegakkan nilai-nilai Islam.”

Pimpinan Aisyiyah Australia, Siti Nurhaliza, menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung program pelatihan keterampilan bagi perempuan migran. Ia menyoroti rencana pendirian pusat pelatihan kerajinan tangan di wilayah Victoria.

Sebagai bagian dari rencana jangka menengah, Muhammadiyah Australia akan meluncurkan inisiatif amal usaha berbasis koperasi yang melibatkan anggota komunitas lokal. Inisiatif tersebut diharapkan dapat menyediakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan menyalurkan zakat serta infaq secara terstruktur.

Kerjasama dengan konsulat Indonesia memberikan dukungan administratif dan promosi bagi proyek-proyek yang dijalankan. Konsul Jenderal, Bapak Andi Prasetyo, menyatakan kesiapan pemerintah Indonesia untuk memfasilitasi kemitraan strategis antara lembaga keagamaan dan sektor swasta.

Dalam konteks diaspora, data Badan Pusat Statistik menunjukkan lebih dari 70.000 warga Indonesia tinggal di Australia, dengan konsentrasi tinggi di Melbourne dan Sydney. Keberadaan komunitas yang signifikan menjadi landasan kuat bagi pengembangan amal usaha yang relevan dengan kebutuhan lokal.

Muhammadiyah Australia juga merencanakan serangkaian seminar dan workshop pada kuartal berikutnya untuk membekali anggota dengan pengetahuan tentang manajemen usaha sosial. Kegiatan tersebut akan melibatkan pakar ekonomi Islam dan praktisi bisnis yang berpengalaman.

Proyek pertama yang akan diluncurkan pada September 2026 adalah program pembagian paket makanan halal kepada keluarga kurang mampu di wilayah Geelong. Program ini akan dikelola oleh tim relawan yang terlatih dan didanai melalui sumbangan sukarela serta kontribusi korporasi.

Dengan momentum ini, Muhammadiyah Australia berharap dapat memperluas jaringan kolaboratif ke negara tetangga seperti Selandia Baru dan Papua Nugini. Target jangka panjang mencakup pembentukan jaringan koperasi lintas negara yang berbasis nilai-nilai keadilan sosial.

Keberlanjutan inisiatif akan dipantau melalui laporan triwulanan yang dipublikasikan di situs resmi Muhammadiyah Australia, memastikan transparansi dan akuntabilitas bagi seluruh pemangku kepentingan. Pihak penyelenggara mengundang partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat untuk mewujudkan visi bersama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.