Media Kampung – 15 April 2026 | Ribuan alumni pesantren berkumpul di Masjid Istiqlal Jakarta dalam rangka Silatnas Iktasa, menegaskan kembali tiga fungsi utama pesantren: tarbiyah, dakwah, dan khidmah.

Acara yang berlangsung pada 10 April 2026 itu berhasil menarik sekitar 2.500 alumni dari berbagai pondok pesantren se-Indonesia.

Silatnas Iktasa diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni Pesantren (IKTP) bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Lokasi Masjid Istiqlal dipilih karena kapasitasnya yang mampu menampung ribuan peserta sekaligus menegaskan nilai kebangsaan dan persatuan.

Para peserta datang dengan semangat memperkuat peran pesantren dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia.

Dalam sambutannya, Ketua Iktasa, Ustadz Ahmad Zaini, menegaskan bahwa tarbiyah, dakwah, dan khidmah merupakan pilar utama yang harus dijaga dan dikembangkan.

“Kita tidak boleh melupakan tujuan utama pendidikan pesantren, yaitu mencetak insan yang berilmu, beriman, dan beramal,” ujar Zaini.

Ia menambahkan bahwa alumni memiliki tanggung jawab untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing‑masing.

Data kehadiran menunjukkan bahwa peserta berasal dari lebih 150 pondok pesantren yang tersebar di seluruh provinsi.

Mayoritas alumni berusia antara 25 hingga 45 tahun, menandakan generasi dewasa yang aktif dalam kegiatan keagamaan.

Silatnas ini juga menampilkan diskusi panel yang membahas tantangan modernisasi pesantren di era digital.

Para pakar pendidikan Islam menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam proses tarbiyah tanpa mengurangi nilai tradisional.

Selama sesi tanya‑jawab, peserta menanyakan strategi peningkatan kualitas dakwah melalui media sosial.

Respons para narasumber menekankan pentingnya konten yang autentik dan berbasis ilmu yang sahih.

Khidmah, atau layanan kepada masyarakat, menjadi topik utama dalam workshop yang dihadiri lebih dari 800 alumni.

Workshop tersebut memaparkan contoh program kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial yang dapat dijalankan oleh pesantren.

Salah satu contoh keberhasilan khidmah adalah program beasiswa bagi siswa kurang mampu yang dikelola oleh Pondok Pesantren Al‑Falah.

Program tersebut telah menyalurkan bantuan kepada lebih dari 1.200 siswa sejak 2018.

Kegiatan Silatnas juga disertai dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Imam Besar Masjid Istiqlal.

Doa tersebut memohon kelancaran perjuangan pesantren dalam melaksanakan tiga fungsi utama.

Setelah acara utama, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan jaringan (networking) antar alumni.

Berbagai komitmen kerja sama muncul, termasuk pembentukan forum digital alumni untuk berbagi informasi dan sumber daya.

Pengorganisir mengumumkan bahwa hasil rapat kerja akan dituangkan dalam Rencana Aksi Nasional Pesantren 2026‑2030.

Rencana tersebut mencakup peningkatan kualitas kurikulum tarbiyah, pelatihan dakwah modern, serta penguatan program khidmah.

Secara keseluruhan, Silatnas Iktasa di Istiqlal dianggap sukses dalam menggalang solidaritas alumni pesantren.

Kehadiran 2.500 alumni menandakan besarnya komitmen komunitas pesantren terhadap pembangunan spiritual dan sosial bangsa.

Ke depan, panitia berjanji akan melanjutkan agenda serupa setiap dua tahun sekali.

Dengan demikian, pesantren diharapkan terus menjadi pusat pendidikan Islam yang relevan dengan tantangan zaman.

Hingga akhir acara, suasana tetap hangat dan penuh harapan akan peran pesantren yang semakin kuat di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.