Media Kampung – Program angkutan pelajar di Kota Malang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru. Pemerintah Kota Malang bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang saat ini masih mematangkan regulasi dan persiapan teknis pelaksanaan program tersebut.

Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono, menyatakan bahwa Peraturan Wali Kota (Perwal) yang menjadi landasan hukum program telah selesai diproses di Kementerian Hukum Jawa Timur. Dokumen tersebut kini tengah berproses di Biro Hukum Provinsi sebelum diserahkan kepada Pemkot Malang. “Perwal sudah turun dari Kemenkum Jawa Timur, kemudian berproses di Biro Hukum Provinsi dan akan turun ke Pemkot. Estimasi angkutan pelajar pertengahan Juli sudah akan berjalan,” kata Purwono dalam program Halo RRI, Jumat 26 Juni 2026.

Sosialisasi program saat ini masih dilakukan secara internal kepada para pengemudi dan pengelola angkutan. Sosialisasi kepada pelajar dan orang tua akan dilakukan saat siswa mulai masuk sekolah. “Diperkirakan pertengahan Juli itu sudah mulai beroperasi. Saat adik-adik mulai masuk sekolah, langsung akan kita sosialisasikan, setelah itu program berjalan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari pengawasan layanan, program angkutan pelajar akan didukung aplikasi digital yang terintegrasi dengan layanan Bus Trans Jatim. Melalui aplikasi tersebut, pergerakan armada mulai dari titik jemput hingga pengantaran dapat dipantau secara real time. Purwono menjelaskan, subsidi dari Pemkot Malang akan dihitung berdasarkan jarak tempuh kendaraan, bukan jumlah siswa yang diangkut. Setiap kilometer perjalanan akan mendapatkan subsidi sekitar Rp6.000. “Aplikasi ini untuk pengawasan. Jadi dipastikan pada jam tertentu teman-teman angkot sudah berada di titik yang ditentukan, rutenya jelas dan seluruh perjalanan terekam dengan baik,” katanya.

Organda mencatat sekitar 80 armada angkot akan dilibatkan pada tahap awal program angkutan pelajar. Sementara itu, ratusan armada lainnya disiapkan untuk mendukung program integrasi transportasi publik dengan sistem feeder menuju Bus Trans Jatim.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.